Rupiah Melemah di Level Rp 18.000 per Dolar AS

KABARINDAH.COM, Sukabumi —<span;> Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali bergerak di kisaran Rp18.000 per USD pada perdagangan hari ini, Kamis (5/6/2026). Tekanan terhadap mata uang Garuda masih dipengaruhi oleh penguatan dolar AS di pasar global serta sentimen suku bunga acuan The Federal Reserve yang masih bertahan di level tinggi.

Berdasarkan pantauan pasar, rupiah bergerak dalam rentang sekitar Rp18.038 hingga Rp18.047 per dolar AS, dengan kecenderungan stabil namun tetap berada pada level psikologis yang cukup tinggi. Kondisi ini mencerminkan masih kuatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sejumlah analis menilai, pelemahan rupiah bukan semata disebabkan faktor domestik, melainkan lebih dominan dipengaruhi dinamika eksternal, terutama ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

<span;>Di sisi lain, Bank Indonesia diperkirakan masih akan menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi terukur di pasar valuta asing guna menahan volatilitas yang berlebihan.

Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan indikator makroekonomi dalam negeri, termasuk inflasi dan neraca perdagangan, yang berpotensi menjadi penopang rupiah dalam jangka menengah.

Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas selama pasar menunggu kepastian arah kebijakan The Fed berikutnya.