KABARINDAH.COM, Sukabumi— Memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath menggelar Festival Qurban yang diisi dengan lomba hias hewan kurban dan fashion show kreatif antarpelajar dari jenjang RA hingga SMA/SMK Al-Fath.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan berbagai penampilan santri yang memadukan unsur edukasi, seni, dan syiar Islam. Para peserta tidak hanya menampilkan busana dan dekorasi hewan kurban, tetapi juga menyuguhkan pertunjukan kabaret bertema Idul Adha.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath, KH Fajar Laksana mengatakan, festival tersebut bertujuan mengembangkan kreativitas para pelajar melalui pendekatan yang edukatif dan menyenangkan.
“Bukan hanya fashion show, tapi santri disuruh kreatif menampilkan suatu cerita. Dalam cerita itu, domba menjadi salah satu peran bermain sehingga selain ada fashion show domba, juga ada pesan moral yang disampaikan,” ujar Fajar.
Menurut dia, kegiatan itu juga menjadi sarana edukasi kepada para pelajar mengenai adab dalam berkurban, termasuk memperlakukan hewan ternak dengan baik sebelum disembelih.
“Maka hewan kurban ini menjadi perantaraan amal kita yang mana kemudian amal itu bisa mendapatkan surganya Allah SWT. Sehingga kita harus juga menjaga domba, memelihara domba, kemudian memuliakan. Artinya kita punya adab juga terhadap hewan ternak itu,” kata Fajar. Ia menegaskan, hewan kurban tidak boleh diperlakukan secara kasar atau tanpa etika, termasuk dalam proses penyembelihannya.
“Jadi hewan ternak yang akan kita kurbankan untuk ritual dalam ajaran Islam setahun sekali itu jangan dibuat mereka seperti hewan-hewan yang kurang beradab, termasuk dalam penyembelihannya,” tambahnya.
Melalui festival tersebut, pihak pesantren juga mengajak umat Islam yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama. “Acara ini untuk mengajak mari sama-sama kita berkurban demi kepentingan kita semua, dalam rangka menjaga syariat ajaran Islam. Yang paling terpenting juga di sini ada aspek sosial, yakni berbagi kepada orang yang tidak mampu,” imbuhnya.











