KABARINDAH.COM, Sukabumi— Cuaca ekstrem disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kota Sukabumi, Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Dampaknya, tiga pohon tumbang, satu tembok roboh, serta 11 rumah mengalami kerusakan akibat terpaan angin.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin mengatakan, kejadian tersebar di Kecamatan Warudoyong, Baros, hingga Citamiang. “Petugas menerima laporan dari sejumlah wilayah terdampak dan langsung melakukan asesmen serta penanganan di lokasi,” ujar Yoseph.
BPBD mencatat tiga kejadian pohon tumbang di Kecamatan Warudoyong. Pohon jenis jabon di Jalan Stadion Suryakencana roboh dan menutup akses jalan. Selain itu, pohon ketapang di Jalan Stadion serta pohon mangga di Jalan Pabuaran juga tumbang akibat kuatnya hembusan angin.
Sementara itu, tembok milik Perum Amaranta di Jalan Taman Bahagia Gang Sawah, Kelurahan Benteng, roboh dengan panjang sekitar 12 meter dan tinggi 2,5 meter hingga menutup akses jalan warga.
Kerusakan cukup parah terjadi di Jalan Taman Bahagia, Kelurahan Benteng. Sebuah gudang dekorasi pernikahan ambruk dengan luas terdampak sekitar 14 x 7 meter dan menimpa empat rumah warga milik Dede Mulyana, Emar Marsinah, Deni, dan Nanang.
Selain itu, tujuh rumah lainnya mengalami kerusakan akibat atap terbawa angin maupun rusak diterjang cuaca ekstrem. Rumah milik Api dilaporkan atapnya terbawa angin, sedangkan rumah Hasanah mengalami kerusakan cukup berat dengan luas terdampak sekitar 6 x 7 meter dan untuk sementara tidak dapat dihuni.
Kerusakan atap juga dialami rumah milik Imas Masitoh, Dedi Kusnandi, Guruh Digantara, Hanafi, Wawan Darmawan, serta Ibin di sejumlah titik wilayah Warudoyong, Baros, dan Citamiang.
BPBD Kota Sukabumi bersama Damkar, PLN, aparat wilayah, TNI, Polri, relawan kebencanaan, dan masyarakat setempat bergerak cepat melakukan penanganan dan pembersihan material bencana.
<span;>“Situasi penanganan di lapangan saat ini sudah clear dan akses jalan yang sempat tertutup sudah kembali dapat dilalui,” kata Yoseph.
<span;>Hingga kini, BPBD masih melakukan pendataan dan penghitungan tafsiran kerugian akibat bencana cuaca ekstrem tersebut.











