KABARINDAH.COM, Sukabumi— Konsep perpaduan antara destinasi wisata dan kawasan bisnis di SantaSea Kota Sukabumi menjadi daya tarik baru bagi pengunjung selama libur Lebaran 2026. Hal ini terlihat dari tingginya kunjungan wisatawan yang tidak hanya untuk menikmati wahana air, tetapi juga memanfaatkan fasilitas di kawasan bisnis Santos District Santasea yang berada dalam satu area.
Manajemen Santos District Santasea, Widiyanto, mengatakan integrasi tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Selain berwisata, masyarakat juga dapat beraktivitas dan menjajaki peluang usaha dalam satu kawasan.
“Kombinasi ini menjadi nilai tambah. Pengunjung tidak hanya datang untuk rekreasi, tetapi juga bisa melihat dan terlibat dalam aktivitas bisnis,” ujar Widiyanto kepada Kabarindah.com, Kamis (26/3/2026). Ia menjelaskan, kawasan bisnis tersebut kini mulai dipromosikan secara intensif dengan menawarkan 28 unit ruko dua lantai dan 30 kios kepada pelaku usaha.
Pengelola juga memberikan harga sewa yang kompetitif, yakni Rp85.000 per hari untuk ruko dan Rp25.000 per hari untuk kios, guna menarik minat pelaku usaha.
Selain itu, lokasi kawasan yang berada di jalur utama dan dekat dengan Terminal Tipe A Kota Sukabumi dinilai strategis untuk menjaring arus pengunjung wisata. Bahkan, dengan renca rampungnya pembangunan Jalan Tol Bocimi sesi tiga akan menambah keramaian di jalur tersebut.
Dengan konsep ini Santasea mulai diarahkan tidak hanya sebagai destinasi hiburan, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi yang terintegrasi di Kota Sukabumi. “Ke depan, kami ingin membangun ekosistem. Wisata menjadi penggerak, bisnis menjadi penguatnya,” kata Widiyanto.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur Lebaran, model integrasi seperti ini menunjukkan potensi besar. Ketika sektor pariwisata dan perdagangan berjalan beriringan, dampaknya tidak hanya terasa bagi pengelola, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat luas.











