Dampak Bencana Angin Kencang di Kota Sukabumi Terus Bertambah

KABARINDAH.COM, Sukabumi— Dampak bencana angin kencang yang melanda Kota Sukabumi terus bertambah. Hingga Sabtu (24/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat sedikitnya 16 titik kejadian, terdiri dari 11 lokasi pohon tumbang dan lima titik atap rumah atau bangunan ambruk.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yosep Sabaruddin, mengatakan peristiwa tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem berupa angin kencang yang terjadi sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB.

“Petugas langsung melakukan penanganan di lokasi-lokasi terdampak. Kejadian tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Lembursitu, Warudoyong, Gunungpuyuh, Baros, Cibeureum, Cikole, hingga Citamiang,” kata Yosep.

Pohon tumbang dilaporkan terjadi di sejumlah ruas jalan dan permukiman warga, seperti di Jalan Kibitay Kelurahan Situmekar, Jalan Lettu Bakri Kelurahan Nyomplong, Villa Cantik Kelurahan Dayeuh Luhur, hingga Jalan R.H. Didi Sukardi Kelurahan Gedongpanjang.

Beberapa pohon berukuran besar bahkan menutup akses jalan, menimpa kabel provider, rumah warga, area masjid, serta sempat membahayakan pengguna jalan.

Sementara itu, atap rumah dan bangunan ambruk dilaporkan di wilayah Kelurahan Limusnunggal, Cisarua, dan Cikole. Kerusakan bervariasi, mulai dari atap terbawa angin, sebagian rumah roboh, hingga fasilitas MCK warga yang ambruk akibat tertimpa pohon. BPBD mencatat, sejumlah rumah warga terdampak cukup serius.

Di antaranya rumah milik Alex Iskandar dengan atap berukuran sekitar 7×4 meter yang terbawa angin, serta rumah warga lain yang mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding.

Meski demikian, Yosep memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut. “Korban jiwa nihil, pengungsi juga nihil. Untuk kerugian materiil saat ini masih dalam proses pendataan,” ujarnya.

Dalam penanganan bencana ini, BPBD berkoordinasi dengan aparat wilayah setempat, TNI, Polri, relawan kebencanaan, serta masyarakat. Upaya yang dilakukan meliputi pengecekan lokasi, penanganan darurat, hingga asesmen lanjutan.

BPBD juga mencatat masih terdapat sejumlah laporan kejadian yang belum dilakukan asesmen, terutama terkait atap rumah yang terbawa angin di beberapa kelurahan. Yosep menegaskan data tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.

“Laporan ini masih sementara. Jika ada perkembangan atau tambahan data, akan kami informasikan kembali,” tutup Yosep.