KABARINDAH.COM–Mimpi dikejar-kejar seseorang kerap membuat pemimpinya terbangun dengan perasaan cemas dan takut. Dalam kajian tafsir mimpi Islam, khususnya menurut Ibnu Sirin, mimpi ini memiliki beragam makna tergantung pada situasi, kondisi emosi, serta siapa sosok yang mengejar dalam mimpi tersebut.
Ibnu Sirin menjelaskan bahwa mimpi bukan sekadar bunga tidur, melainkan bisa menjadi isyarat psikologis maupun peringatan spiritual bagi seseorang.
1. Pertanda Lari dari Masalah
Menurut Ibnu Sirin, mimpi dikejar orang sering menandakan bahwa seseorang sedang menghindari masalah atau tanggung jawab dalam kehidupan nyata. Pemimpi mungkin merasa tertekan oleh persoalan hidup, namun belum berani menghadapinya secara langsung.
2. Simbol Ketakutan dan Kecemasan
Jika dalam mimpi pemimpi merasa sangat takut saat dikejar, hal itu mencerminkan kecemasan batin, kekhawatiran akan masa depan, atau rasa takut gagal dalam urusan pekerjaan, keluarga, maupun hubungan sosial.
3. Dikejar Orang Tak Dikenal
Ibnu Sirin menafsirkan, dikejar orang yang tidak dikenal melambangkan ancaman tersembunyi atau kegelisahan yang belum jelas sumbernya. Bisa jadi pemimpi sedang menghadapi situasi yang tidak pasti atau konflik batin yang belum terselesaikan.
4. Dikejar Orang yang Dikenal
Apabila yang mengejar adalah orang yang dikenal, mimpi ini dapat menandakan adanya konflik, rasa bersalah, atau urusan yang belum selesai dengan orang tersebut di dunia nyata.
5. Berhasil Melarikan Diri
Jika dalam mimpi seseorang berhasil lolos dari kejaran, Ibnu Sirin menafsirkan hal itu sebagai pertanda baik. Artinya, pemimpi akan mampu mengatasi masalah, keluar dari kesulitan, dan mendapatkan jalan keluar dari tekanan yang dihadapi.
6. Tertangkap atau Terjatuh
Sebaliknya, jika pemimpi tertangkap atau terjatuh saat dikejar, hal ini menjadi peringatan agar lebih waspada dalam mengambil keputusan, serta segera menghadapi persoalan sebelum menjadi semakin berat.
Tafsir mimpi dikejar-kejar orang menurut Ibnu Sirin umumnya berkaitan dengan kondisi psikologis, tekanan hidup, serta sikap seseorang dalam menghadapi masalah. Mimpi ini menjadi pengingat agar tidak terus lari dari kenyataan, melainkan berani menghadapi tantangan dengan penuh kesabaran dan tawakal kepada Allah SWT.
Namun demikian, Ibnu Sirin juga menekankan bahwa tafsir mimpi bersifat isyarat, bukan kepastian mutlak. Sikap bijak, introspeksi diri, dan memperbaiki hubungan dengan Allah serta sesama manusia tetap menjadi kunci utama.











