KABARINDAH.COM, Sukabumi-<span;>-Sebanyak 60 calon siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 7 Sukabumi siap mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai bagian dari tahapan awal sebelum memulai pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027.
Kesiapan tersebut ditandai dengan kegiatan penerimaan, pembekalan dan pelepasan calon siswa baru SRMP 7 Sukabumi yang berlangsung di SRMP 7 Sukabumi, Sentra Phalamartha 2, Kahuripan, Kp. Cikiwul Tonggoh, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (18/8/2026).
Sebanyak 60 siswa yang diterima tersebut merupakan hasil seleksi dari 523 pendaftar. Mereka akan mengikuti pendidikan Sekolah Rakyat yang dirancang sebagai program pendidikan gratis berbasis asrama bagi peserta didik dari keluarga dengan kondisi ekonomi rentan, khususnya kelompok desil 1 dan 2.
Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman menyampaikan pesan kepada para calon siswa agar memanfaatkan kesempatan memperoleh pendidikan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Ade menyampaikan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh siswa baru SRMP 7 Sukabumi Tahun Ajaran 2026/2027.
Menurut Ade, momentum tersebut merupakan awal dari perjalanan pendidikan yang sangat penting. Para siswa tidak hanya memasuki lingkungan sekolah yang baru, tetapi juga memasuki fase kehidupan yang akan membentuk karakter, pengetahuan, keterampilan dan cita-cita mereka di masa mendatang.
Dalam arahannya, Ade berpesan agar seluruh siswa memanfaatkan kesempatan mengikuti pendidikan di SRMP 7 dengan sebaik-baiknya.
“Belajar sungguh-sungguh, disiplin dan mandiri. Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Karena tidak semua anak mendapatkan kesempatan seperti ini,” ujar H. Ade Suryaman.
Menurutnya, sekolah merupakan tempat untuk belajar menjadi manusia yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, memiliki kepedulian terhadap sesama serta mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.
Karena itu, para siswa didorong untuk belajar dengan tekun, terus mengembangkan seluruh kemampuan yang dimiliki, berani mencoba berbagai hal positif dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan maupun kesulitan.
Ade menilai, kehidupan di asrama dapat menjadi sarana bagi para siswa untuk belajar bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Kebiasaan hidup disiplin dan mandiri yang dibangun sejak dini diharapkan menjadi bekal penting bagi masa depan mereka.
Dukungan orang tua, kata Ade, tetap sangat penting meskipun anak-anak harus menjalani kehidupan di asrama. Dukungan tersebut dapat diberikan melalui doa dan motivasi sehingga siswa dapat mengikuti proses pendidikan dengan penuh semangat.

Sekda juga memberikan pesan khusus kepada para orang tua agar memberikan ruang kepada anak-anak untuk beradaptasi dengan lingkungan asrama.
“Saya amanatkan, selama dua sampai tiga bulan pertama usahakan tidak perlu menengok dulu. Doakan saja dari jauh agar mereka sukses dan berhasil. Anak-anak harus dilatih mandiri untuk masa depannya,” katanya.
Ade menegaskan, para siswa merupakan bagian dari generasi penerus yang kelak akan menentukan masa depan Kabupaten Sukabumi. Di antara mereka, nantinya diharapkan lahir pemimpin, guru, dokter, pengusaha, aparatur pemerintahan maupun berbagai profesi lainnya.
Ia pun berpesan agar para siswa menjaga nama baik sekolah, menghormati guru dan orang tua serta membangun persahabatan yang positif.
Ade mengingatkan para siswa untuk menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan, seperti perundungan atau bullying, kekerasan dan berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Ade juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh jajaran SRMP 7 Sukabumi atas dedikasi dan konsistensinya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, cerdas dan berakhlak mulia di Kabupaten Sukabumi.
Ia mengajak seluruh pihak membangun sinergi dan kolaborasi antara sekolah, orang tua, masyarakat dan pemerintah. Hal tersebut dinilai penting agar anak-anak mendapatkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan sehat serta mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki secara optimal.
Kepada para guru dan tenaga kependidikan, Ade turut menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi serta pengabdian dalam mendidik dan membimbing generasi penerus yang kelak akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa.
Seiring dengan proses persiapan fasilitas SRMP 7 di Kabupaten Sukabumi, untuk sementara waktu para siswa akan diberangkatkan ke fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bogor di wilayah Jasinga.
Rencananya, keberangkatan para siswa menuju Jasinga dilaksanakan pada Kamis (20/8/2026). Para siswa akan menjalani proses pendidikan dengan fasilitas yang telah tersedia sambil menunggu kesiapan fasilitas SRMP 7 di Kabupaten Sukabumi.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menyiapkan lahan untuk pembangunan gedung permanen SRMP 7 di wilayah Kecamatan Cicurug. Pembangunan tersebut akan dilakukan melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan Pemerintah Pusat.
Dukungan juga datang dari Kementerian Pekerjaan Umum yang telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur SRMP 7. Dengan adanya dukungan tersebut, fasilitas pendidikan permanen di Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat segera diwujudkan.
Kehadiran SRMP 7 di Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi rentan.
Program pendidikan berbasis asrama tersebut tidak hanya memberikan kesempatan memperoleh pendidikan secara gratis, tetapi juga memberikan pembinaan karakter melalui kehidupan yang teratur, disiplin dan mandiri.
Para siswa diharapkan mampu memanfaatkan seluruh fasilitas dan kesempatan yang diberikan untuk meningkatkan kemampuan akademik sekaligus mengembangkan potensi diri.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Pusat agar penyelenggaraan SRMP 7 dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
H. Ade Suryaman berharap para siswa SRMP 7 dapat menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, disiplin, mandiri serta mampu membanggakan keluarga dan daerah. “Jaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan Kabupaten Sukabumi. Belajar yang sungguh-sungguh, ikuti aturan, disiplin, dan jadilah anak-anak yang mandiri,” pungkasnya.
Kepala SRMP 7 Sukabumi Ihsan Almaruf mengatakan sebanyak 60 calon siswa yang diterima merupakan hasil seleksi dari 523 pendaftar. Menurutnya, SRMP 7 merupakan program pendidikan gratis berbasis asrama yang diperuntukkan bagi peserta didik dari keluarga dengan kondisi ekonomi rentan, khususnya kelompok desil 1 dan 2.
Melalui program tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga berbagai fasilitas penunjang selama menjalani proses belajar. <span;>Ihsan mengatakan, selama mengikuti pendidikan, berbagai kebutuhan siswa akan dipenuhi melalui dukungan negara.
“Kebutuhan siswa selama mengikuti pendidikan dipenuhi melalui dukungan negara. Mulai dari tempat tinggal di asrama, makan tiga kali sehari, makanan ringan, seragam, sepatu, serta kebutuhan pribadi lainnya,” ujar Ihsan. Ia menjelaskan, 60 calon siswa tersebut selanjutnya akan dititipkan dan diberangkatkan untuk mengikuti rangkaian MPLS di satuan pendidikan Sekolah Rakyat lainnya.
Menurutnya, kegiatan MPLS menjadi bagian penting bagi calon siswa untuk mengenal lingkungan pendidikan, membangun kebersamaan, meningkatkan kemandirian serta mempersiapkan diri sebelum mengikuti proses pembelajaran.
“Anak-anak akan kami titipkan dan diberangkatkan untuk mengikuti MPLS. Kami berharap mereka dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, sehingga lebih siap secara mental, mengenal lingkungan pendidikan dan membangun kemandirian,” ujar Ihsan.
Ia berharap pengalaman selama MPLS dapat menjadi bekal awal bagi para siswa dalam menjalani kehidupan pendidikan di Sekolah Rakyat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi Bambang Widyantoro mengatakan kegiatan penerimaan dan pembekalan merupakan bagian dari tahapan penting dalam mempersiapkan calon siswa sebelum menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.
Menurutnya, kesiapan siswa tidak hanya menyangkut aspek akademik, tetapi juga mental, kedisiplinan, kemandirian dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Ini merupakan awal perjalanan pendidikan mereka. Kami berharap anak-anak dapat mengikuti MPLS dengan baik, menjaga kedisiplinan dan kebersamaan, serta mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, keluarga hingga para pendamping sosial yang berada di lapangan.
Sementara itu, Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) PKH Sukabumi Dendi Heryanto mengatakan proses penyiapan calon siswa Sekolah Rakyat selama ini dilakukan dengan melibatkan SDM pendamping sosial di berbagai kecamatan.
Menurut Dendi, pihaknya telah mengerahkan sejumlah pendamping sosial di setiap kecamatan untuk melakukan penjangkauan, asesmen, serta verifikasi dan validasi data calon siswa sesuai dengan kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial.
“Dalam prosesnya, kami sudah mengerahkan sejumlah pendamping sosial di setiap kecamatan untuk melakukan penjangkauan, asesmen, serta verifikasi dan validasi data calon siswa sesuai dengan kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial,” ujar Dendi.
Menurutnya, proses tersebut tidak berhenti pada tahapan penjaringan dan verifikasi data. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan para pendamping sosial di seluruh kecamatan se-Kabupaten Sukabumi untuk terus melakukan pendekatan dan memberikan dukungan kepada siswa maupun orang tua.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan para pendamping sosial di seluruh kecamatan se-Kabupaten Sukabumi untuk terus melakukan pendekatan dan memberikan dukungan dan menyemangati siswa dan orang tua agar seluruh rangkaian proses ke depan dapat berjalan dengan baik dan sukses,” katanya.
Dendi menilai, proses penyiapan calon siswa Sekolah Rakyat bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan proses panjang, koordinasi dan perjuangan para pendamping sosial di lapangan untuk melakukan penjangkauan hingga memastikan data calon siswa sesuai dengan ketentuan.
Karena itu, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh SDM pendamping sosial yang telah bekerja keras mendukung program Sekolah Rakyat di setiap kecamatan di Kabupaten Sukabumi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh SDM pendamping sosial yang telah menyukseskan program Sekolah Rakyat ini dengan penuh perjuangan di setiap kecamatan se-Kabupaten Sukabumi. Tentunya ini tidak mudah, ini membutuhkan proses dan perjuangan di lapangan,” ujar Dendi.
Ia mengatakan, perjuangan para pendamping sosial menjadi bagian penting dari proses memastikan anak-anak yang memenuhi kriteria dapat memperoleh kesempatan mengikuti program Sekolah Rakyat.
Dendi berharap semangat tersebut terus dipertahankan pada tahapan selanjutnya, terutama dalam memberikan pendampingan, dukungan dan motivasi kepada para siswa serta orang tua.
“Kita ingin anak-anak dan orang tua terus mendapatkan dukungan dan semangat, sehingga seluruh rangkaian ke depan dapat berjalan dengan baik dan sukses,” katanya.
Kegiatan penerimaan, pembekalan dan pelepasan tersebut menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Sukabumi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sentra Phalamartha, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukabumi, Camat Cibadak beserta jajaran Forkopimcam, SDM PKH Kabupaten Sukabumi, Lurah Cibadak, Kepala Desa Sekarwangi serta para orang tua calon siswa Sekolah Rakyat.











