Walt Disney, Si Raja Industri Hiburan yang Sukses, Berkat Tikus dan Bebek

KABARINDAH.COM — Goresan tangannya benar-benar sebuah keberuntungan. Sosok kartun Mickey Mouse yang tercipta lewat tangannya yang kreatif, menjadikan Walt Disney pendiri dan pemilik bisnis hiburan serta media ternama dan terbesar di dunia, Walt Disney Company. Sejatinya, memang Mickey tikus yang membawa berkah buat Walt.

Meski terlahir di Chicago, Illinois, Walt besar di daerah peternakan di Marceline, Missouri. Saat Perang Dunia I meletus, dengan membohong setahun lebih tua, Walt bergabung sebagai supir ambulans. Walt terdaftar sebagai Pasukan Ambulans Palang Merah Amerika di Prancis, sampai 1919. Pulang dari tugas kemanusian itu, Walt langsung hijrah ke Kansas.

Di sini, jiwa seni dan bisnis Walt kembali menggelora. Bersama Ub Iwerks, didirikannya “Iwerks-Disney Commercial Artists”. Pada 1922 Walt juga merintis Laugh-O-Grams Inc — perusahaan kartun dari cerita dongeng. Sayang, meski populer, serial itu sepi laba, hingga akhirnya bangkrut pada 1923. Tahu bisnis saudara kandungnya gulung tikar, Roy Disney mengundangnya ke Hollywood.

Baca Juga:  Gubernur Anies Bicara di Konferensi Tingkat Tinggi, Usulkan 3 Agenda Negosiasi tentang Perubahan Iklim

Berbekal Alice’s Wonderland, produksi terakhirnya, di Hollywood Walt mendapat kontrak untuk Alice Comedies. Dengan Virginia Davis sebagai Alice, komedi itu mencapai sukses.

Mulai Oktober 1923, Walt dan Roy membangun bisnis sendiri. Awalnya, perusahaan mereka bernama Disney Brother Cartoon Studio. Inilah yang kemudian menjadi Walt Disney Production Ltd, dengan bisnis yang saat ini meliputi studio hiburan, taman-taman dan resor, jaringan media, hingga aneka barang kebutuhan. Di bidang film, Walt Disney memiliki Buena Vista Group, Walt Disney Pictures, Touchstone Pictures, Hollywood Pictures, Miramax Films, Dimension Film, Pixar Musik, Buena Vista Music Group, Hollywood Records, serta lainnya.

Karya Walt Disney paling sukses adalah Walt Disney Feature Animation dengan berbagai film kartun yang kebanyakan masih animasi tradisional. Namun, melihat kenyataan bahwa Pixar lebih sukses dengan kartun yang dibuat dengan animasi komputer, Disney pun berubah haluan. Film animasi-komputer mereka yang pertama adalah Chicken Little sedangkan film animasi tradisional yang terakhir adalah Home on the Range.

Baca Juga:  Jualan Produk Ethica Bisa Berangkat Haji

Pada 1966 Walt meninggal dunia dan dikuburkan di Forest Lawn Memorial Park di Glendale, California. Untuk menjalankan kerajaan bisnis Walt Disney, pada 1984 perusahaan menyewa Michael Eisner. Ia mundur dari kursinya itu pada 2005. Pada 2004 lalu laba Disney tercatat sebesar 30,8 miliar dolar AS.