Kabar  

Siapa Pun Bisa Membuat Game Edukatif

KABARINDAH.COM — Banyak sekali aneka ragam game destruktif yang sering dimainkan oleh orang-orang.

Hal tersebut ternyata dapat mempengaruhi perilaku pada orang yang memainkan game tersebut.

Terkait hal itu, Himpunan Mahasiswa Informatika (HMIF) UM Bandung menggelar pelatihan pembuatan game edukatif pada Sabtu (10/09/2022).

Acara bernama “CreatIF: Creat Your Own Educative Game (CreatIF)” itu berlangsung di lantai pertama ruang dosen UM Bandung.

Hadir dalam acara ini yakni Ketua Prodi Informatika UM Bandung, Ketua HMIF UM Bandung, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Adapun para peserta kegiatan ini berasal dari kalangan siswa SMA/SMK/MA dan mahasiswa.

Ketua Pelaksana Kegiatan Nadhifah Tri Ramadhan mengatakan dalam kegiatan yang berlangsung meriah ini mengerjakan cara membuat game.

Baca Juga:  Menjalin Persahabatan dan Persaudaraan dengan Berdonor Darah

“Kita ingin memberitahu bahwa membuat game itu tidak hanya oleh prodi Informatika saja, tetapi bisa oleh berbagai kalangan,” ucap Nadhifah.

Pada kegiatan ini para peserta mempelajari dasar-dasar dalam membuat game yang ada di website.

“Nantinya para peserta bisa menggunakan laptop yang kompatibel dengan aplikasi pembuatan game,” tuturnya.

Nadhifah berharap para peserta ke depannya dapat membuat game yang sederhana tetapi edukatif.

“Kita ingin teman-teman menjadikan game sebagai sarana untuk belajar dan bisa mengajar, tidak hanya untuk entertainment,” jelasnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta. Mereka mengaku sangat antusias dan merasa bangga bisa mengikuti kegiatan ini.

“Semoga ke depannya bisa membuat game bagus dan orang-orang bisa memainkan game yang aku buat nanti,” ujar Reva Agustin Amanda siswa SMK Taruna Ganesha.

Baca Juga:  Adiyana Slamet: Kolaborasi Kunci Sukses KPID Jabar Arungi Tahun Pandemi 2021

Sebagai pemateri kegiatan ini yakni dosen prodi Teknik Informatika UM Bandung Ririn Suharsih SPd MT.

Construct 3

Ririn mengatakan, para peserta nantinya akan membuat game pada website yang bernama Construct 3.

“Construct 3 ini bisa menjadi aplikasi bagi para pemula yang memang belum tahu soal coding,” kata Ririn.

Berbeda dengan penggunaan coding, Construct 3 ini menjadi alat sederhana bagi yang ingin membuat game.

“Jadi, buat yang pemula, bukan profesional, dia bisa menggunakan software ini, untuk membuat game edukatif,” terangnya.

Ia berharap para peserta dapat membuat game sendiri dari aplikasi Construct 3.

“Syukur-syukur mereka bisa mem-publish dan memonetisasi game-nya sampai bisa jadi entrepreneur muda,” tandasnya.

Baca Juga:  Dosen Universitas Muhammadiyah Bandung Jelaskan Pentingnya Merek dan Logo Bagi Produk UMKM

Tambahan informasi bahwa kegiatan ini berlangsung sekaligus memeriahkan dies natalis prodi.***(Firman Katon)