Ibrah  

Respons Krisis Iklim, Muhammadiyah Jabar Bedah Teologi Lingkungan di I’tikaf Ramadhan 1447 H

KABARINDAH.COM, Ciamis — Pimpinan Wilayah (PWM) Muhammadiyah Jawa Barat kembali menggelar agenda rutin tahunan I’tikaf Ramadhan 1447 H.

Kali ini, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Ciamis menjadi tuan rumah, memusatkan kegiatan di kampus STIKes Muhammadiyah Ciamis pada Sabtu-Minggu, 7-8 Maret 2026 (18-19 Ramadhan 1447 H).

Dikelola secara teknis oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PWM Jabar, acara ini diikuti 170 peserta dari berbagai unsur pimpinan Muhammadiyah se-Jawa Barat.

Dalam sambutan, Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis menyampaikan kabar gembira soal perkembangan amal usaha Muhammadiyah (AUM) setempat.

STIKes akan segera bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Ciamis melalui penggabungan (merger) dengan Akademi Bisnis Sirnaras.

Ketua PDM Ciamis, dr. Ridwan Rahman Saleh, memperkuat harapan tersebut. “Kami berharap proses ini lancar, sehingga Ciamis segera punya Universitas Muhammadiyah seperti jejak sukses Universitas Muhammadiyah Bandung,” ujarnya.

Puncak pembukaan diisi pidato kunci Ketua PWM Jabar, Prof. Ahmad Dahlan, yang baru tiba dari Yogyakarta.

Ia memuji persiapan panitia lokal dan membedah tema utama: “Islam dan Kesadaran Ekologis dalam Perspektif Muhammadiyah Jawa Barat”.

Prof. Dahlan menegaskan bahwa kesadaran lingkungan adalah bagian integral dari iman.

“Isu ekologis krusial. Bencana alam akibat curah hujan tinggi dan cuaca tak menentu harus dijawab dengan kesadaran teologis dan aksi nyata oleh warga Muhammadiyah,” tegasnya.

Ketua MPKSDI PWM Jabar, Ust. Dede Kurniawan, dalam laporan menyatakan bahwa i’tikaf ini telah menjadi tradisi selama 40 tahun terakhir.

Momentum ini diharapkan memperkuat pimpinan Muhammadiyah secara spiritual, sekaligus peka terhadap isu sosial dan lingkungan di masyarakat.***

Exit mobile version