KABARINDAH.COM, Bandung – Hari Raya Idul Adha merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk merefleksikan nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.
Semangat tersebut diwujudkan oleh Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) UM Bandung melalui kegiatan penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban yang dilaksanakan di Kampung Cicangri, Desa Mekarsari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, pada Rabu (27/05/2026) lalu.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengamalan dan implementasi nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) yang senantiasa ditanamkan dalam lingkungan akademik.
Melalui kegiatan kurban, sivitas akademika PAI UM Bandung berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pada pelaksanaan kurban tahun ini, PAI UM Bandung berhasil menghimpun dan menyembelih satu sapi dan tujuh kambing yang berasal dari kontribusi dosen, mahasiswa, alumni, dan para dermawan yang telah mempercayakan amanah kurbannya kepada panitia.
Hewan-hewan kurban tersebut disembelih sesuai dengan syariat Islam dengan mengedepankan prinsip kebersihan, ketertiban, dan profesionalitas dalam setiap tahapan pelaksanaannya.
Sejak pagi hari, suasana kebersamaan dan gotong royong begitu terasa. Mahasiswa, dosen, panitia, dan masyarakat setempat bahu-membahu mempersiapkan segala kebutuhan kegiatan. Proses penyembelihan hingga pengemasan daging kurban berlangsung dengan lancar dan penuh kekeluargaan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi menjadi ruang pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa dalam memahami makna pengorbanan, kepemimpinan, kerja sama, dan pengabdian kepada masyarakat.
Setelah seluruh proses penyembelihan selesai, daging kurban kemudian didistribusikan kepada 77 kepala keluarga yang berada di Kampung Cicangri dan sekitarnya.
Pendistribusian dilakukan secara terorganisir agar manfaat kurban dapat diterima secara merata oleh masyarakat yang berhak.
Wajah-wajah bahagia dan penuh syukur dari para penerima menjadi gambaran nyata bahwa ibadah kurban tidak hanya bernilai ritual, tetapi memiliki dimensi sosial yang sangat besar.
Bagi masyarakat Kampung Cicangri, kegiatan ini menjadi bentuk perhatian dan kepedulian yang sangat berarti.
Kehadiran mahasiswa dan dosen di tengah-tengah masyarakat menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Namun, sebagai mitra masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung turut mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ukhuwah islamiah antara kampus dan masyarakat.
Kaprodi PAI UM Bandung Iim Ibrohim menyampaikan bahwa kegiatan kurban ini merupakan bagian dari upaya membangun karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi memiliki kepekaan sosial dan semangat pengabdian.
Mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi yang memahami bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap sesama.
”Lebih dari sekadar pembagian daging kurban, kegiatan ini mengandung pesan penting tentang pentingnya berbagi kebahagiaan, menumbuhkan rasa empati, dan memperkuat solidaritas sosial.
Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini sehingga semangat gotong royong dan kepedulian perlu terus dijaga dan dikembangkan,” ujar Iim.
Pelaksanaan kurban oleh Prodi PAI di Kampung Cicangri menjadi bukti bahwa semangat Idul Adha dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Dengan berlandaskan keikhlasan dan semangat pengabdian, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menebarkan kebaikan dan kebermanfaatan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Melalui momentum Idul Adha ini, keluarga besar Prodi PAI UM Bandung mengajak elemen masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai kurban sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari.
Sejatinya kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, melainkan bagaimana manusia belajar mengorbankan ego, menumbuhkan keikhlasan, memperkuat kepedulian, da menghadirkan manfaat bagi sesama demi meraih rida Allah SWT.
Kurban mengajarkan bahwa harta terbaik adalah yang dibagikan, pengorbanan terbaik adalah yang dilandasi keikhlasan, dan kebahagiaan terbaik adalah ketika mampu menghadirkan senyum serta kebermanfaatan bagi sesama.***
