PMI Kota Sukabumi Hadirkan Petualangan Sungai untuk Anak-anak Disabilitas, Menumbuhkan Percaya Diri di Alam Terbuka

KABARINDAH.COM, Sukabumi–Tawa riang pecah di antara gemericik air Sungai Kadulawang, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Selasa (16/6/2026). Pagi itu, puluhan anak penyandang disabilitas dari Sekolah Luar Biasa (SLB) A Budi Nurani dan Panti Tuna Netra Budi Nurani Kota Sukabumi menikmati pengalaman yang mungkin tak mereka rasakan setiap hari berpetualang di alam terbuka melalui kegiatan river tubing.

Dengan didampingi para relawan PMI serta pendamping, anak-anak tampak antusias menyusuri aliran sungai menggunakan ban. Sesekali terdengar teriakan gembira bercampur gelak tawa saat arus membawa mereka melintasi jalur yang menantang namun aman.

Kegiatan bertajuk Family Gathering yang diinisiasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi itu bukan sekadar agenda rekreasi. Di balik keseruan bermain air, tersimpan pesan tentang kesetaraan, keberanian, dan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk menikmati masa kecilnya.

Staf Pelayanan PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pelayanan sosial PMI yang menyasar kelompok disabilitas. “Hari ini PMI Kota Sukabumi mengajak siswa-siswi SLB A Budi Nurani untuk berlibur dan menikmati kegiatan river tubing. Ini merupakan salah satu program pelayanan sosial kami, terutama bagi kaum disabilitas,” ujarnya.

Menurut Dinar, anak-anak penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk bermain, berekreasi, dan merasakan pengalaman baru sebagaimana anak-anak lainnya.”PMI selalu berupaya memperhatikan anak-anak disabilitas. Mereka punya hak yang sama, terutama untuk bermain. Ketika diberi kesempatan seperti ini, mereka terlihat sangat senang dan antusias,” katanya.

Dinar menilai kegiatan luar ruang seperti river tubing dapat menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri anak-anak. Keterbatasan yang mereka miliki tidak menghalangi kemampuan untuk mencoba hal-hal baru selama mendapatkan pendampingan yang tepat.

“Harapannya kegiatan ini bisa menambah rasa percaya diri mereka. Walaupun memiliki keterbatasan, mereka ternyata mampu mengikuti aktivitas yang biasa dilakukan orang lain. Dengan pendampingan yang rutin, minat dan bakat mereka bisa berkembang,” tutur Dinar.
Momen kebersamaan itu terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Hari libur yang biasanya dihabiskan di lingkungan sekolah atau panti, kali ini berubah menjadi pengalaman penuh petualangan di alam terbuka.

Ketua Panti Tuna Netra Budi Nurani Kota Sukabumi Tanti Erkantri mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan PMI Kota Sukabumi yang telah menghadirkan pengalaman berharga bagi anak-anak binaannya.”Hari ini kami bersama Kepala SLB Budi Nurani dan jajaran pengurus mengadakan family gathering bersama PMI Kota Sukabumi. Ada hampir 30 anak dari SLB maupun panti yang ikut serta bersama para pendamping,” ujarnya.

Bagi Tanti, kebahagiaan yang terpancar dari wajah anak-anak menjadi bukti bahwa kegiatan sederhana di alam terbuka dapat memberikan dampak besar bagi perkembangan mereka.”Mereka merasa happy, berbahagia, dan senang bisa mengikuti kegiatan di luar sekolah maupun panti. Menggunakan ban di wahana air seperti ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi mereka,” katanya.

Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan lingkungan dan alam kepada anak-anak disabilitas. “Mudah-mudahan PMI terus sukses dan sering mengadakan kegiatan seperti ini. Anak-anak perlu diajak mengenal alam bebas, mengenal lingkungan, dan berbagai aktivitas luar ruang yang bermanfaat bagi perkembangan mereka,” ungkap Tanti.

Di tengah derasnya arus sungai yang mengalir tenang, anak-anak itu seolah sedang belajar satu hal penting bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menikmati hidup, menjelajah pengalaman baru, dan merasakan kebahagiaan yang sama dengan siapa pun.

Namun, keberanian yang tumbuh, senyum yang terukir, dan rasa percaya diri yang menguat akan menjadi kenangan yang mengalir lebih lama daripada arus sungai yang mereka lalui hari itu.

Exit mobile version