KABARINDAH.COM, Sukabumi—Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana resmi dikukuhkan sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi dalam Pengukuhan Pengurus dan Rapat Koordinasi KPA yang digelar di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Kamis (30/7/2026). Pengukuhan tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi lintas sektor dalam mempercepat upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kota Sukabumi.
Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyematan tanda kepengurusan dan penandatanganan berita acara kepada Bobby Maulana sebagai Ketua KPA Kota Sukabumi. Kegiatan itu dihadiri Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, jajaran perangkat daerah, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanggulangan HIV/AIDS.
Usai dikukuhkan, Bobby mengajak seluruh pengurus KPA yang baru untuk membangun kolaborasi yang kuat dalam menjalankan fungsi koordinasi, advokasi, edukasi, hingga percepatan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Sukabumi. Menurut Bobby, tantangan yang dihadapi saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga masih tingginya stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).
Kondisi tersebut dinilai menjadi penghambat bagi upaya pencegahan maupun pengobatan. Ia mencontohkan masih adanya anak-anak yang tertular HIV dari orang tuanya. Tetapi justru mengalami penolakan di lingkungan sosial karena minimnya pemahaman masyarakat mengenai HIV/AIDS.
“Target kita bukan hanya menekan angka infeksi baru, tetapi juga memastikan ODHIV mendapatkan pengobatan yang berkelanjutan serta menghapus stigma dan diskriminasi. Penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan kepedulian seluruh pihak,” ujar Bobby.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan penanggulangan HIV/AIDS merupakan bagian dari prioritas pembangunan daerah yang memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program kesehatan harus ditopang tata kelola pemerintahan yang baik, pengelolaan anggaran yang transparan, efektif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Ayep menyampaikan optimisme terhadap masa depan Kota Sukabumi melalui penguatan sistem keuangan daerah yang sehat sebagai fondasi penyelesaian berbagai persoalan strategis, mulai dari kemiskinan ekstrem, pengangguran, stunting, pengelolaan sampah, hingga peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan.
“Saya ingin menjadi pemimpin yang jujur, adil, dan amanah. Seluruh kebijakan harus berpihak kepada masyarakat melalui sistem yang transparan dan berkeadilan, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu,” kata Ayep. Dalam rapat koordinasi tersebut, KPA Kota Sukabumi juga memaparkan Cetak Biru Strategis Penanggulangan HIV/AIDS yang disusun berdasarkan analisis data Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA) hingga Kuartal I Tahun 2026.
Dokumen tersebut akan menjadi acuan penyusunan kebijakan dan program kerja KPA untuk mendukung pencapaian target global pada 2030, yakni Zero New HIV Infection, Zero AIDS-related Death, dan Zero Discrimination.
