KABARINDAH.COM, Sukabumi–Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Sukabumi menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode 5–19 Juli 2026. Di mana, ada dua hal penting yang menjadi perhatian yakni evaluasi publik terhadap kinerja pemerintahan dan posisi elektabilitas partai-partai, termasuk PKS.
Pertama, soal kinerja pemerintahan.
Hasil survei SMRC menunjukkan adanya penurunan kepuasan publik terhadap kinerja Presiden, kondisi ekonomi, politik, penegakan hukum, serta program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Temuan ini sejalan dengan sikap Ketua BP3 DPP PKS, Mardani Ali Sera, yang menilai penurunan elektabilitas dan kepuasan publik sebagai sinyal perlunya evaluasi dan perubahan, baik dalam arah kebijakan maupun line-up kabinet.
“Kami sependapat bahwa survei bersifat dinamis, namun tetap menjadi jendela untuk memahami persepsi publik. Harapan masyarakat sebenarnya sederhana: lapangan kerja, harga stabil, dan ekonomi yang bergerak. Di Kota Sukabumi, isu-isu tersebut juga dirasakan langsung oleh warga,” ujar Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada DPD PKS Kota Sukabumi dalam keterangan persnya, Jumat (31/7/2026).
Sebagai partai yang berada di luar pemerintahan, PKS justru berkepentingan agar pemerintahan berhasil. Karena itu kami mendorong agar hasil survei ini dibaca sebagai momentum perbaikan, bukan sekadar angka.
Perbaikan pelaksanaan program prioritas, penguatan pengawasan, dan komunikasi publik yang lebih transparan menjadi hal yang mendesak agar kepercayaan masyarakat pulih. Kedua, soal elektabilitas PKS. Dalam survei yang sama, elektabilitas PKS berada di kisaran 4,1–4,4 persen.
Angka ini menunjukkan bahwa PKS masih memiliki ruang untuk tumbuh, terutama di tengah 25,9 persen pemilih yang belum menentukan pilihan. Tren elektabilitas partai-partai secara umum berfluktuasi, dan penurunan yang dialami sejumlah partai besar justru membuka peluang bagi partai yang konsisten menawarkan alternatif.
“Bagi PKS Kota Sukabumi, angka survei nasional ini tidak membuat kami berpuas diri maupun berkecil hati. Kami memandangnya sebagai tantangan untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. Fokus kami tetap pada kerja nyata di tingkat lokal: mendengar aspirasi warga, mengawal isu-isu kota, dan menyiapkan kader serta figur yang kredibel untuk Pemilu dan Pilkada,” tegasnya.
Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada DPD PKS Kota Sukabumi menekankan bahwa elektabilitas bukan tujuan akhir, melainkan buah dari kepercayaan publik. Kepercayaan itu hanya bisa dibangun melalui konsistensi sikap, kinerja yang terukur, dan kedekatan dengan masyarakat.
“Kami akan terus bekerja. Baik dalam mengawal kebijakan pemerintah secara konstruktif maupun dalam memenangkan kepercayaan rakyat Sukabumi. Karena bagi PKS, politik yang baik adalah politik yang hadir dan bermanfaat bagi warga,” pungkasnya.
