Mantap! Mahasiswa UMM Ciptakan Alat Terapi Khusus untuk Anak Down Syndrome

  • Bagikan

KABARINDAH.COM – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih Gold Medal di ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiade (I2ASPO) kategori Research On Children With Special Needs. Eevent ini diselenggarakan oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA), dilaksanakan secara luring di Mall BG Junction, Surabaya pada 11-14 Desember 2021.

Ketua tim Satria Filalli mengatakan, karya yang mereka angkat berjudul Match & Growth: Study Process for Children with Down Syndrome. Ia menjelaskan bahwa gagasan M&G ini berupa alat terapi dan aplikasi, yang bertujuan untuk membantu terapi anak berkebutuhan khusus.

Lebih spesifik, yakni pada anak down syndrome. Menurutnya, selama ini alat terapi bagi anak berkebutuhan khusus terutama di Sekolah Luar Biasa (SLB) masih minim.

Baca Juga:  Akhlak, Parameter Harkat, dan Martabat Seorang Manusia

“Kami melihat minimnya alat terapi bagi anak berkebutuhan khusus. Hal inilah yang mengawali ide kami untuk membantu terapi anak down syndrome melalui alat terapi dan aplikasi M&G,” ujar Satria, Selasa, 21 Desember 2021.

Satria, sapaan akrabnya kembali memaparkan bahwa alat terapi M&G ini dilengakapi dengan komponen UNO R3 dan RFID Reader. Keduanya memiliki cara kerja untuk menampilkan gambar hewan lengkap dengan suaranya. Alat ini memerlukan kartu akses yang ketika ditempelkan akan langsung bekerja.

Sistem serupa juga disematkan dalam aplikasinya namun lebih mudah karena hanya menggunakan gawai. “Memang ada sedikit perbedaan khususnya dari segi tampilan 3D. Penggunaan di aplikasi cenderung menampilkan gambar dan grafis yang lebih bagus,” tambahnya.

Baca Juga:  IMM Karawang Ajak Semua Pihak Kerja Sama Tanggulangi Pandemi

Adapun alat dan aplikasi ini juga membantu untuk menstimulasikan ingatan jangka pendek melalui siaran gambar dan suara hewan. Mengingat anak down syndrome yang memiliki ingatan jangka pendek yang kurang serta mudah lupa.

Dengan menggunakan alat dan aplikasi ini, mereka akan distimulasi secara berulang sehingga membentuk ingatan jangka panjang yang baik.

Satria tidak sendirian, ia mengembangkan alat ini bersama Dicky Marcellino Akbar (Teknik Elektro), Moh Miftachul Fadhli (Akuntansi), Retno Muji Rahayu (Ilmu Teknologi Pangan) dan Daininggis Restu Ilahi (Teknik Sipil). Kelima mahasiswa itu tergabung dalam satu tim yang sama-sama berasal dari UKM Forum Diskusi Ilmiah (FDI) UMM.

Menurut pengakuannya, selama lomba mereka sempat mengalami kendala yaitu kesulitan mencari anak down syndrome sebagai subjek yang akan diteliti.

Baca Juga:  Ayo Cari Model Mahasiswa dalam Menulis

Satria dan tim berharap alat ini bisa dikembangkan lebih baik lagi, tarutama dalam aspek proses terapi. Sehingga dapat membantu proses terapi anak berkebutuhan khusus, baik itu di SLB maupun tempat lainnya.

“Kami berharap alat ini benar-benar bisa dimplementasikan secara luas oleh pihak SLB maupun masyarakat luas.” jelasnya.

  • Bagikan