Kabar  

Kelompok 39 KKN MAS 2026 Gelar Penyuluhan Stunting dan Dampingi Posyandu di Dusun Codo

Kelompok 39 KKN MAS 2026 Gelar Penyuluhan Stunting dan Dampingi Posyandu di Dusun Codo.***

KABARINDAH.COM, Malang — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting terus dilakukan di berbagai tingkat masyarakat.

Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan kesehatan yang digelar Kelompok 39 Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAS) 2026 di Dusun Codo, Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, pada Senin (03/08/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pelayanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan diikuti oleh 35 ibu dan balita.

Selain memberikan edukasi mengenai stunting, mahasiswa Kelompok 39 juga turut membantu kader dalam pelaksanaan berbagai rangkaian kegiatan Posyandu.

Penyuluhan menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Materi yang disampaikan mencakup pengertian stunting, faktor risiko, pentingnya pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh keluarga.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa juga menyoroti pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Masa tersebut menjadi momentum penting bagi orang tua untuk memperhatikan pemenuhan gizi, kesehatan, serta tumbuh kembang anak secara optimal.

Penyuluhan dikemas secara komunikatif agar mudah dipahami oleh para ibu yang hadir.

Mahasiswa juga membuka ruang interaksi dan diskusi sehingga peserta dapat menyampaikan pertanyaan maupun berbagi pengalaman terkait kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Tidak hanya memberikan penyuluhan, mahasiswa Kelompok 39 KKN MAs 2026 turut terlibat langsung dalam kegiatan Posyandu.

Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi dengan masyarakat sekaligus mendukung kader dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan balita di Dusun Codo.

Kader Posyandu Dusun Codo Azizah Aida menyambut baik pelaksanaan program penyuluhan stunting yang dilakukan oleh mahasiswa.

Menurutnya, edukasi mengenai stunting menjadi hal yang penting karena masih banyak aspek yang perlu dipahami masyarakat, terutama berkaitan dengan masa pertumbuhan anak.

“Program penyuluhan seperti ini sangat bagus karena dapat menambah pengetahuan ibu-ibu mengenai stunting dan bagaimana cara mencegahnya. Terutama tentang usia emas anak, karena pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan anak perlu benar-benar diperhatikan,” ujar Azizah Aida.

Ia juga berharap edukasi mengenai kesehatan anak dapat terus dilakukan sehingga para orang tua semakin memahami pentingnya melakukan pemantauan pertumbuhan dan memenuhi kebutuhan gizi anak sejak dini.

Bagi Kelompok 39 KKN MAs 2026, keterlibatan dalam kegiatan Posyandu menjadi pengalaman sekaligus bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa tidak hanya menyampaikan pengetahuan. Namun, belajar memahami kondisi masyarakat dan membangun komunikasi secara langsung dengan warga.

Enam mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri atas Adinda Junior, Nur Laeliza Fanadilla, Ayudhia Fassha, Dita Nilasari, Yasfina Qurrota A’yun, dan Hasyifa Ratna Astria.

Melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan Posyandu ini, Kelompok 39 KKN MAs 2026 berharap masyarakat Dusun Codo semakin memahami bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

Perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta pemantauan tumbuh kembang sejak usia dini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN MAs 2026 dalam mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Desa Petungsewu, khususnya melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat di tingkat dusun.***

Exit mobile version