Inilah 7 “Obat Mujarab” Menjaga Kesehatan Finansial Anda di Masa Pandemi

  • Bagikan

KABARINDAH.com – Pandemi COVID-19 yang terjadi sejak tahun 2020 membuat banyak perubahan pada kehidupan masyarakat, terutama di bidang finansial. Pandemi telah menciptakan resesi ekonomi, tidak hanya di dalam negeri, namun juga di tingkat global.

Layaknya resesi ekonomi yang pernah terjadi dalam sejarah, tentunya membuat dampak finansial. Misalnya, pemotongan gaji yang meluas, tingkat pengangguran yang bertambah, bisnis yang sulit berkembang, dan angka kesempatan kerja yang berkurang.

Akan tetapi, situasi saat ini dapat kita hadapi dengan “obat” yang tepat untuk menjaga finansial tetap sehat.

Berikut 7 “obat” finansial tersebut.

1. Miliki Dana Darurat Sebelum Berinvestasi

Investasi adalah cara terbaik untuk meningkatkan dana sekaligus menyiapkan tabungan masa depan. Akan tetapi, tidak semua investasi mampu memberikan dana instan ketika dalam keadaan darurat. Pandemi yang terjadi menuntut adanya dana liquid demi menghindari kebangkrutan finansial.

Di sinilah pentingnya dana darurat. Ia dapat memberi waktu untuk kembali bangkit ketika sumber penghasilan menurun. Sebagai pelajaran masa depan, idealnya kita menyimpan dana sebesar enam bulan pengeluaran rutin ke dalam dana darurat. Jika keadaan darurat terjadi, setidaknya kita dapat bertahan selama enam bulan ke depan.

Baca Juga:  Menko Airlangga: Transformasi Digital Kunci Penting Percepatan Capaian Target Cetak Biru MEA 2025

2. Tekan Penggunaan Kredit

Ada orang yang menghabiskan 50% penghasilannya hanya untuk membayar kredit. Bayangkan jika orang tersebut mengalami pemutusan kerja saat ini, bagaimana ia bisa membayar utang kredit tersebut?

COVID-19 menyadarkan kita bahwa meskipun kita dapat mengambil kredit, tidak berarti kita harus menggunakannya untuk alasan finansial. Berbagai pihak menyarankan bahwa utang kredit tidak boleh lebih dari 20%-30% dari pendapatan bulanan bersih. Semakin rendah utang kredit, semakin baik bagi masa depan.

3. Pentingnya Punya Asuransi Kesehatan

Virus COVID-19 menyebabkan penyakit pernapasan akut, yang membutuhkan perawatan medis tingkat tinggi. Jangka waktu pengobatan biasanya berjalan selama beberapa minggu, belum lagi dengan serangkaian tes untuk mendeteksi keberadaan virus.

Untungnya, sampai saat ini, biaya medis virus Corona bagi pasien positif masih disubsidi oleh pemerintah. Bayangkan jika subsidi dihentikan, berapa tagihan rumah sakit jika harus menanggung semua biaya tersebut? Karena itu, selalu pertimbangkan untuk memiliki asuransi kesehatan swasta untuk kondisi finansial yang lebih aman.

4. Atur Kembali Pengeluaran

Tak dapat dipungkiri, pandemi memiliki dampak besar pada perekonomian. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan bahwa Indonesia mengalami deflasi pada Juli hingga September 2020, yang artinya tingkat konsumsi masyarakat Indonesia melemah akibat pandemi.

Baca Juga:  Tiktok Ternyata Ada Pesaing Namanya Youtube Shorts: Video 60 Detik Besutan YouTube

Manulife Asia Care Survey pada November 2020 lalu pun menunjukkan kekhawatiran yang dirasakan 40% responden di Indonesia terhadap kemungkinan menurunnya kesejahteraan akibat COVID-19.

Fakta ini seyogyanya menyadarkan kira untuk mengerem gaya hidup. Bukan soal sedikit atau banyaknya uang yang kita miliki, melainkan bagaimana kita menggunakannya. Cobalah untuk mereduksi pengeluaran gaya hidup hingga 20%.

5. Buat Anggaran Pribadi

Anggaran pribadi adalah kunci finansial yang sehat. Ini akan memberikan wawasan tentang biaya tetap, biaya variabel, dan lainnya. Dengan adanya anggaran, kita bisa memprediksi keuangan di masa depan. Misalnya, kita bisa menilai secara cermat apakah mampu menerima tawaran kredit dari bank atau tidak.

Anggaran yang terencana dengan baik akan membantu kita memilah-milah kebutuhan yang tidak diperlukan. Jika sewaktu-waktu Anda mengalami pengurangan penghasilan akibat resesi ekonomi, kita tahu mana variabel pengeluaran yang bisa direduksi.

6. Diversifikasi Portofolio Investasi

Investor piawai selalu menyarankan satu hal: diversifikasi portofolio. Selama krisis finansial, ketika satu industri terkena dampak, yang lain biasanya naik. Misalnya saja, virus Corona telah mengerem laju moda transportasi, sehingga permintaan minyak turun drastis. Sebaliknya, pasar emas terus melonjak, yang membuat banyak investor berlindung pada minyak hitam ini.

Baca Juga:  Menperin RI: untuk Hilirisasi Batu Bara, Pendirian Industri Methanol Diperlukan

Ini hanyalah secuil contoh bagaimana kondisi yang sama bisa memberikan dampak yang berbeda pada sektor yang berbeda. Jadi, sangat penting untuk mendistribusikan dana Anda ke berbagai instrumen investasi, seperti saham, komoditas, logam, dan lainnya.

7. Pikirkan Sumber Pendapatan Kedua

Untuk menjaga agar pundi pendapatan terus mengalir, pekerjaan sampingan dapat membantu Anda mempertahankan laju finansial Anda. Seiring dengan perubahan permintaan, orang dengan lebih dari satu pekerjaan dapat bertahan hidup lebih baik daripada mereka yang memiliki satu pendapatan tetap.

Jadi, rencanakan kehidupan pribadi Anda untuk memiliki sumber pendapatan kedua dalam waktu dekat. Sama seperti investasi, mendiversifikasi penghasilan akan melindungi Anda dari segala krisis di masa depan.

Nah, itulah 7 “obat” finansial dari dampak COVID-19 tahun lalu yang berguna bagi rencana keuangan Anda tahun ini. Apakah Anda siap mengarungi tahun 2021 dengan perasaan optimis?

  • Bagikan