Kabar  

Ini Penjelasan Ahli tentang Fenomena Sunat Jin di Masyarakat

KAH8FF closeup of the hand of a young man with a banana with the tip of its skin removed, depicting a circumcised male member

KABARINDAH.COM — Fenomena “disunat jin” kerap kali menggegerkan masyarakat. Beberapa waktu lalu, bocah berusia lima tahun di Bekasi, Jawa Barat, serta anak berusia empat tahun di Lampung, alat vitalnya tiba-tiba berbentuk seperti sudah disunat, padahal keduanya belum pernah mendapat tindakan medis sirkumsisi.

Masyarakat kerap menyebut, fenomena yang sempat viral di media sosial itu sebagai “disunat jin”. Menanggapi fenomena tersebut, praktisi khitan dari Rumah Sunat Shaka Medika, Ns Hikmat Suryadi SKep menjelaskan, fenomena yang disebut masyarakat sebagai “disunat jin” itu merupakan kelainan genital yang disebut dengan Parafimosis.

“Itu terjadi biasanya secara tiba-tiba. Penis si anak seperti sudah dikhitan, sangat mulus, kepalanya keliatan nongol, kemudian si preputium atau kulupnya terpinggirkan, sehingga tampak sudah di sunat,” ungkap Hikmat, saat ditemui di rumahnya di kawasan Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Gegara Minyak Goreng Mahal, Gorengan Jadi Rp 5 Ribu Cuma Dapat 3

Menurut dia, Parafimosis bisa terjadi ketika bagian preputium atau kulup bergeser ke arah pangkal penis dan tidak kembali lagi. Bagian kulup itu mengunci di bagian ujung penis.

Ia menjelaskan, terdapat dua kemungkinan, pertama ada yang bagus, tidak terlalu mengunci dengan kuat dan ada juga yang mengunci sangat kuat, sehingga terjadi pembengkakan dan harus segera dilakukan tindakan khitan.

“Secara agama pun tetap harus dilakukan khitan, karena meskipun terlihat sudah dikhitan, tetapi hakikatnya itu belum dikhitan, tetap harus segera dilakukan tindakan,” ujar Hikmat.

Hikmat mengimbau, apabila terjadi kondisi seperti itu, hendaknya masyarakat segera berkonsultasi ke rumah sakit atau ke praktisi khitan agar segera mendapatkan tindakan medis lebih lanjut.

Baca Juga:  Kasus Covid Naik, Kota Sukabumi Siapkan RT RW Jadi Duta Kesehatan

Reporter: Muhammad Irsal