Kabar  

Dosen Universitas Muhammadiyah Bandung Lakukan Pendampingan UMKM

KABARINDAH.COM – Dalam mengoptimalkan branding suatu produk, dosen Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) melakukan pendampingan UMKM di tempat produksi Rotiyu Jalan Cijerah Nomor 99 Kota Bandung pada Senin (15/8/2022).

Pendampingan tersebut merupakan bagian dari pengabdian dosen UM Bandung kepada masyarakat.

Adapun UMKM yang menjadi objek pendampingan dosen UM Bandung ialah mitra Afgandi Food dengan produknya Rotiyu sebagai pangan sehat yang terbuat dari bahan baku hanjeli.

Pemilik Rotiyu sekaligus mitra Afgandi Food, Iis Nuraeni, menjelaskan bahwa masih terdapat kekuarangan dalam pemanfaatan branding pada usahanya.

“Meskipun telah memanfaatkan branding dalam meningkatkan pemasaran, masih terdapat beberapa hambatan,” ucap Iis Nuraeni.

Ia menjelaskan beberapa hambatan itu di antaranya seperti kurangnya penggunaan media sosial dan pengolahan produksi.

Baca Juga:  Inilah Profil 3 Kandidat Kuat Kepala Badan Otorita IKN dari Non-Partai

“Hambatan itu pula terjadi karena beberapa faktor seperti kurangya SDM dan pengetahuan terkait alur pengolahan produk yang baik,” tuturnya.

Iis Nuraeni juga mengatakan lingkungan produksi mulai dari tempat hingga peralatan masih belum sesuai dengan prosedur.

“Saya berharap semoga ke depannya UMKM kami ini bisa sampai internasional dengan membawa kearifan lokal Jawa Barat yakni Hanjeli,” harapnya.

Penggunaan CPPB-IRT

Dalam pendampingan UMKM itu, beberapa dosen dari UM Bandung menyampaikan paparan materi terkait beberapa hal.

Sebagai pemateri, Khairiah SP MP menjelaskan terkait cara produksi pangan yang baik untuk industri rumah tangga (CPPB-IRT).

Ia mengatakan bahwa CPPB-IRT menjadi prinsip dasar keamanan pangan bagi IRT.

Baca Juga:  Ini Dampak Pornografi dan Sumber Munculnya LGBT Menurut Pakar dari UM Bandung

“Hal tersebut guna untuk menghasilkan produk pangaan yang aman dan bermutu sesuai dengan tuntunan konsumen,” kata Khairah.

Para mitra pun harus memperhatikan peralatan produksi seperti tata letak penyimpanan yang harus sesuai dengan urutan proses produksi.

“Dengan menerapkan hal itu, para karyawan akan bekerja secara Higienitas dan mencegah kontaminasi silang,” jelas dosen Teknologi Pangan UM Bandung itu.

Alur pengolahan produksi pangan

Sama seperti Khairiah, dosen Teknik Industri Ahmad Miftah Faridl ST MT menjelaskan materi terkait alur pengolahan produksi pangan yang baik.

Ia mengatakan, perlua adanya SOP sebagai pedoman dalam meminimalkan kesalahan pengolahan suatu produk.

“Karyawan perlu mengikuti alur standar operasional produksi yang berlaku, seperti Good Manufacturing Practices (GMP),” ungkap Ahmad.

Baca Juga:  Tahap Pertama, 1435 Dosen dan Pegawai UIN Bandung Ikuti Vaksinasi Covid-19

Pemanfaatan media sosial

Di lain pihak, pemateri sekaligus dosen Ilmu Komunikasi Ulfa Yuniati SIKom MSi menjelaskan terkait perlunya pemanfaatan media sosial dalam pemasaran.

Ulfa mengatakan, pemanfaatan media sosial pada branding Rotiyu masih belum optimal dalam pembelian metode pre-order.

“Secara umum masih belum ada gambaran mengenai jumlah target produksi, baik dalam seminggu, sebulan, maupun setahun,” terang Ulfa.***(Firman Katon)