KABARINDAH.COM, Garut – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad menegaskan bahwa peringatan milad sejatinya menjadi ruang refleksi untuk memperkuat rasa syukur sekaligus menumbuhkan optimisme. Hal tersebut disampaikannya dalam ceramah Milad ke-113 Muhammadiyah yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut pada Minggu, 28 Desember 2025.
Dadang menyampaikan bahwa sikap bersyukur merupakan kunci utama keberkahan dan kemajuan. Ia mengutip ajaran Al-Qur’an yang menegaskan bahwa Allah SWT akan menambah nikmat bagi siapa pun yang bersyukur. Oleh karena itu, warga Muhammadiyah diajak untuk senantiasa berpikir positif, tidak larut dalam keluhan, serta menampilkan sikap syukur yang memancarkan ketenangan dan harapan.
Dalam kesempatan tersebut, Dadang juga mengajak jamaah untuk mensyukuri kondisi geografis dan sejarah Kabupaten Garut yang sejak lama dikenal sebagai daerah yang indah dan subur. Ia menuturkan bahwa Garut pernah menarik perhatian dunia internasional, salah satunya melalui kunjungan aktor film Eropa Charlie Chaplin yang tercatat dua kali datang ke daerah tersebut pada era 1930-an.
“Milad ke-113 Muhammadiyah merupakan tonggak penting untuk mensyukuri keberlanjutan gerakan persyarikatan yang kini telah memasuki abad kedua. Karena itu, warga Muhammadiyah perlu menatap masa depan dengan optimisme, termasuk menyiapkan perjalanan panjang menuju Milad ke-213,” ujar Dadang.
Ketua Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Bandung itu juga menyoroti posisi historis Garut sebagai salah satu daerah awal perkembangan Muhammadiyah di Jawa Barat. Bahkan, Muhammadiyah di Garut disebut telah berusia lebih dari satu abad sehingga menjadi bagian penting dari sejarah dakwah dan tajdid Muhammadiyah di tanah Pasundan.
Lebih lanjut, Dadang menjelaskan bahwa kemampuan Muhammadiyah bertahan dan terus berkembang hingga kini tidak lepas dari konsistensinya dalam menghadirkan manfaat nyata bagi umat. Selain memiliki aset amal usaha yang besar dan menempati peringkat keempat dunia di antara organisasi keagamaan internasional, Muhammadiyah mengelola ratusan perguruan tinggi serta aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari penanganan pandemi Covid-19 hingga bantuan kebencanaan.
Menutup ceramahnya, Dadang menegaskan bahwa kekuatan Muhammadiyah juga bersumber dari karakter warganya, seperti sikap bersyukur, kesabaran, kejujuran, istikamah, serta kedermawanan melalui zakat, infak, dan sedekah. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah akan terus berdakwah amar makruf nahi mungkar sepanjang hayat selama kemungkaran dan ketidakadilan masih dihadapi umat manusia.***
