KABARINDAH.COM, Sukabumi–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) BPBD Kota Sukabumi, Selasa (10/2/2026) lalu di SKBM Cafe and Resto, Cikole. Dalam momen itu BPBD menetapkan sasaran strategis “Meningkatnya Ketangguhan Kota dalam Menghadapi Bencana”.
Pada kegiatan tersebut hadir Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana. Kepala BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin menerangkan FPD mengusung tema “Menuju Kota Sukabumi Tangguh Bencana: Strategi dan Prioritas BPBD Tahun 2027.”
Selain itu disampaikan hingga tahun 2024, sejumlah capaian kinerja berhasil diraih. Diantaranya penurunan Indeks Risiko Bencana (IRB) menjadi 126,24 dari target 135,16, capaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) sebesar 0,58, serta respons cepat penanganan bencana yang mencapai 100 persen.
Berikutnya, sebanyak 33 Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) telah terbentuk sebagai garda terdepan mitigasi di tingkat lokal. Meskipun demikian, tantangan kebencanaan masih dihadapi, terutama meningkatnya intensitas bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Yoseph juga menyoroti pentingnya penguatan budaya sadar bencana serta optimalisasi sarana dan prasarana pemadaman kebakaran dan penyelamatan. Untuk tahun 2027, BPBD menetapkan sasaran strategis “Meningkatnya Ketangguhan Kota dalam Menghadapi Bencana” melalui program penguatan mitigasi non-struktural, pembangunan mitigasi struktural di titik rawan, peningkatan kualitas response time, serta sinergi lintas lembaga dalam forum pengurangan risiko bencana.
Komitmen anggaran pun diarahkan pada layanan publik dasar kebencanaan dan pemadaman kebakaran demi memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Saya mengapresiasi BPBD Kota Sukabumi yang telah menunjukkan kinerja responsif dan cermat dalam penanggulangan beberapa kali bencana di Kota Sukabumi seperti banjir yang terjadi beberapa waktu lalu,” ungkap Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana.
Dalam arahannya, Bobby Maulana menegaskan agar BPBD memfokuskan kegiatan pada penanggulangan bencana, mitigasi, serta penanganan kegawatdaruratan. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan fiskal daerah guna menunjang berbagai program kebencanaan.
Menurut Bobby, kegiatan BPBD sangat erat dengan aspek kemanusiaan sehingga perlu terus didorong dan diperkuat. Selain itu, ia turut mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana, khususnya banjir.
Bobby mendorong setiap kelurahan diberi keleluasaan mengembangkan inovasi pengelolaan sampah serta melakukan sosialisasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
