Ibrah  

Biografi Ar-Razi, Pakar Sains Kedokteran Iran Penemu Penyakit Cacar

KABARINDAH.COM – Ar-Razi adalah salah seorang pakar sains Iran yang ahli dalam bidang kedokteran, filsafat, dan alkimia. Ia diakui secara luas sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah kedokteran, filsafat, dan tafsir.

Salah satu kontribusi Ar-Razi di bidang ilmu kedokteran adalah, ia menjadi orang pertama yang secara klinis membedakan antara cacar dan campak. Sepanjang hidupnya, ia telah menulis sekitar 200 manuskrip dari berbagai bidang keilmuan, termasuk astronomi dan tata bahasa.

Karya Ar-Razi pun terkenal di kalangan praktisi Eropa Abad Pertengahan dan sangat memengaruhi pendidikan kedokteran di Barat. Banyaknya ilmu yang dikuasai Ar-Razi lantas membuatnya dijuluki sebagai ilmuwan serba bisa yang hidup selama Zaman Keemasan Islam.

Nama lengkap dari Ar-Razi adalah Abu Bakr Muhammad bin Zakariya ar-Razi. Ia lahir di Kota Ray, Iran, pada 864 atau 865. Nama Razi sendiri berasal dari nama kota kelahirannya, yaitu Ray, yang terletak di Jalur Sutra dan berada dekat dengan Teheran, Iran.

Sewaktu kecil, Ar-Razi tertarik untuk menyelami dunia tarik suara, tetapi pada akhirnya ia jatuh hati pada bidang alkimia dan sains. Ketika beranjak dewasa, ia pergi ke Bagdad untuk belajar di sebuah rumah sakit, di mana ia mempelajari tentang kedokteran dengan seorang dokter sekaligus filsuf bernama Ali Ibnu Sahal at-Tabari.

Baca Juga:  3 Keutamaan Hidup bagi Orang Sakit yang Bersabar!

Setelah itu, ia sempat kembali ke kampung halamannya di Ray untuk bekerja sebagai dokter sekaligus pemimpin di salah satu rumah sakit dan melahirkan dua karya di bidang ilmu kedokteran.

Beberapa tahun kemudian, Ar-Razi kembali ke Bagdad dan ditunjuk sebagai pemimpin rumah sakit. Sepanjang hidupnya, Ar-Razi mempelajari banyak ilmu, di mana ia selalu meninggalkan kontribusi yang penting.

Sayangnya, Ar-Razi kemudian menderita Glaukoma, yaitu kerusakan pada saraf mata akibat tingginya tekanan di dalam bola mata, yang pada akhirnya membuatnya buta. Ar-Razi meninggal pada 925 dalam usia 60 tahun.

Setelah kepergiannya, kontribusinya di berbagai bidang keilmuan membuat namanya semakin dikenal di Timur Tengah hingga di dunia Barat. Penemuan Ar-Razi Penyakit cacar dan campak.

Selama bekerja di rumah sakit di Bagdad, Ar-Razi merupakan dokter pertama yang secara klinis membedakan antara cacar dan campak. Ia juga menemukan penjelasan dan pengobatan terkait penyakit cacar, yang kemudian dibukukan dalam buku berjudul Al-Judari wal-Hasbah atau Cacar dan Campak.

Baca Juga:  Hakikat Cinta

Buku ini menjadi buku pertama yang mengulas secara rinci tentang perbedaan antara penyakit cacar dan campak. Pencapaian lain Ar-Razi adalah menemukan penyakit alergi asma dan menjadi ilmuwan pertama yang mengulas mengenai alergi dan imunologi.

Selain itu, ia juga dikenal sebagai ilmuwan pertama yang menjelaskan tentang demam sebagai sebuah imun tubuh untuk melindungi diri. Dalam bidang farmasi, Ar-Razi berperan penting sebagai pembuat peralatan kedokteran, seperti tabung, spatula, dan mortar.

Ia juga aktif mengembangkan berbagai obat-obatan yang berasal dari raksa. Pencetus etika kedokteran Selain menjadi penemu penyakit berdasarkan hasil diagnosisnya sendiri, Ar-Razi juga mencetuskan etika kedokteran.

Salah satunya adalah bahwa dokter tidak mungkin mengetahui segala jenis penyakit dan selalu berhasil menyembuhkannya. Kendati begitu, menurut Ar-Razi, dokter memiliki tujuan untuk berbuat baik semaksimal mungkin sekalipun ke orang yang tidak berperilaku baik.

Ar-Razi juga dikenal sebagai sosok dokter dermawan yang Pemikiran filsafat Ar-Razi Di bidang filsafat, Ar-Razi mencetuskan teori “lima abadi”, yang menyatakan bahwa dunia dihasilkan dari interaksi antara Tuhan dan empat prinsip abadi lainnya, yaitu jiwa, materi, waktu, dan tempat.

Baca Juga:  Sultan Hamengkubuwana VII Utus Kiai Dahlan Belajar Ke Mekkah! Pertahankan Eksistesi Islam di Bumi Jawa

Selain itu, Ar-Razi juga pernah menyatakan kritik terhadap para ilmuwan sebelumnya, misalnya dalam karyanya berjudul Doubts About Galen, yang berisi kritik terhadap Galenus, seorang dokter Yunani Kuno.

Sebagai salah satu ilmuwan paling cemerlang di dunia Islam, Ar-Razi telah menghasilkan sekitar 200 karya yang berpengaruh hingga dunia Barat. Berikut ini beberapa karya Ar-Razi dari berbagai bidang keilmuan.

1. Al-Kitab al Hawi
2. The Virtuous Life
3. Al-Mansuri
4. The Diseases of Children
5. The Spiritual Physic On
6. Smallpox and Measles
7. Doubts about Galen
8. al-Asrar
9. Sirr al-Asrar

Sumber: Deuraseh, Nurdeng. (2008). Risalat Al-Biruni Fi Fihrist Kutub Al-Razi: A Comprehensive Bibliography. Journal of Aqidah and Islamic Thought.