Bagi Bunda Pecinta Tanaman Hias Doa, Inilah Cara Merawatnya

  • Bagikan

KABARINDAH.COM – Selama masa pandemi ini kita lebih banyak berdiam diri di rumah, ya. Kita mungkin lebih banyak mengerti tentang tanaman hias. Apalagi tanaman hias kini sering dijadikan sebagai hobi baru untuk mengisi waktu luang.

Selain tanaman hias yang seperti sri rejeki, sirih gading, dan janda bolong, ada jenis lainnya yang tak kalah populer, yaitu calathea. Tanaman hias calathea biasa disebut pula sebagai tanaman doa.

Tanaman hias calathea akan menggerakkan daunnya pada malam hari dan menurunkannya pada siang hari, disesuaikan dengan ritme sirkadian. Perubahan tersebut terjadi karena perubahan tekanan air di sepanjang tangkai daun mengikuti pergerakan matahari untuk memaksimal penyerapan cahaya. Inilah yang dianggap seperti gerakan berdoa.

Tanaman hias ini pertama kali ditemukan pada abad ke-16 oleh dokter dan ahli botani asal Italia, Bartolomeo Maranta. Mirip dengan nama penemunya, tanaman hias doa memiliki nama latin Maranta leuconeura nih, Bunda.

Varian dari tanaman doa termasuk banyak, lho. Tanaman doa merupakan salah satu tanaman hias tropis yang paling terkenal karena daunnya yang unik dan indah. Ada 3 jenis warna daun yang paling populer seperti hijau tua, beludru dengan bercak kuning di pelepah, dan urat merah yang melengkung di tepian daun.

Kalau tertarik merawatnya di halaman rumah, berikut dirangkumkan cara merawat tanaman doa, seperti dilansir dari laman The Spruce.

1. Cahaya

Gantung dan letakkan tanaman hias doa di dekat jendela, nih. Biarkan tanaman ini menerima sinar matahari secara tidak langsung. Jangan letakkan ia di bawah sinar matahari langsung ya, Bunda. Bisa-bisa daunnya jadi hangus dan terbakar hingga membentuk bercak.

Di musim dingin, Bunda bisa memberikan tanaman doa cahaya tambahan yang sedikit terang untuk mempertahankan pertumbuhannya agar lebih sempurna.

2. Tanah

Tanaman doa bisa tumbuh dengan subur di berbagai jenis tanah asalkan memiliki sistem drainase yang bagus. Biasanya, campuran media tanam tradisional bisa digunakan. Namun, Bunda bisa membuatnya sendiri dan menggabungnya dengan gambut. Tanahnya harus bersifat asam ya, Bunda. Keasaman yang dibutuhkan adalah sekitar pH 5,5 hingga 6,0.

3. Air

Selama musim tanam, Bunda perlu menyirami tanaman hias doa sesering mungkin, ya. Sirami tanaman doa dengan air bersuhu ruangan atau sedikit air hangat.

Bunda juga tidak boleh membiarkan tanah benar-benar kering. Tanaman hias doa sangat rentan terhadap kekeringan dan tidak akan bertahan lama jika tanpa air.

Meski demikian, jangan biarkan air langsung menempel pada daun atau tanaman hias menjadi basah ya, Bunda. Ini akan membuat tanaman doa rentan terkena jamur.

4. Suhu dan Kelembapan

Tanaman hias doa menyukai suhu rumah yang normal antara 15 hingga 26 derajat Celsius nih, Bunda. Suhu rendah yang berkepanjangan dapat merusak daun dan menyebabkannya rontok.

Tanaman hias doa juga menyukai lingkungan yang sangat lembap. Agar kelembapan meningkat, letakkan mangkuk berisi air di dekat tanaman, isi dengan batu kecil dan tambahkan air sampai setinggi batu. Setelahnya, letakkan pot di atas batu ya, Bunda.

5. Pupuk

Bunda bisa memberikan tanaman hias doa pupuk setiap dua minggu sekali saat musim kemarau. Kurangi pemberian pupuk jadi sebulan sekali saat musim hujan atau musim dingin.

Jika Bunda menggunakan terlalu sedikit pupuk, tanaman hias Bunda akan tumbuh lebih lambat atau malah tidak tumbuh sama sekali. Tapi terlalu banyak pupuk juga akan membakar akar tanaman. Daunnya akan berwarna cokelat dan tanaman bisa mati. Jadi secukupnya saja ya, Bunda.

  • Bagikan