Kabar  

Agro Eduwisata, Wisata Berbasis Pertanian! Upaya Pemprov DKI Jakarta Wujudkan Kota Global yang Berkelanjutan

KABARINDAH.COM – Pemerintah Provinsi DKI berupaya membangun Jakarta ke depan menjadi sebuah kota global yang berkelanjutan. Agro eduwisata merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkannya.

Agro eduwisata adalah lokasi wisata berbasis pertanian (agro), dengan konsep wisata sambil belajar (edukasi). Tidak hanya dapat mendatangkan peluang ekonomi, agro eduwisata juga bisa dikembangkan sebagai pertanian perkotaan, sehingga turut menjaga kelestarian di bumi.

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta mengelola beberapa lokasi agro eduwisata yang berada di lahan milik Pemprov DKI. Saat ini, sudah ada 15 kebun bibit yang dikelola DKPKP dan dikembangkan menjadi destinasi wisata. Di samping itu, enam kebun pertanian perkotaan di lingkungan warga juga dibina dan didampingi Pemprov DKI Jakarta.

Belum lama ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan panen perdana buah melon yang dibudidayakan di kawasan agro eduwisata Cilangkap, Jakarta Timur. Anies memanen melon yang dibudidayakan oleh Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanama, setelah ditanam 70 hari.

Baca Juga:  Maksimalkan Potensi Wisata, Pemkot Sukabumi Tingkatkan Branding Unggulan Destinasi Wisata

“Di sini kita bukan saja diberikan pengalaman menarik, tapi juga disuguhkan tempat kawasan produktif. Ini salah satu contoh bagaimana kawasan agro eduwisata memiliki potensi untuk bisa menjadi sentral wisata sekaligus pembelajaran, baik untuk pengetahuan maupun untuk diaplikasikan,” kata Anies.

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta berinovasi mengembangkan pertanian perkotaan (urban farming) melalui gagasan baru, yaitu penyediaan fasilitas dan pendampingan kepada masyarakat yang melibatkan kalangan akademisi, pemerintah pusat, swasta, serta komunitas.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan, agro eduwisata adalah bentuk kegiatan pariwisata yang memanfaatkan usaha agro (agribisnis) sebagai obyek wisata, dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi, serta hubungan usaha di bidang pertanian.

Baca Juga:  Peran Generasi Muda, Anies Baswedan: Anak Muda Sekarang Kaya Kreativitas hingga Jejaring

“Strategi pengembangan agro eduwisata meliputi revitalisasi, kolaborasi, publikasi, inovasi, dan digitalisasi. Revitalisasi lebih untuk meningkatkan sarana prasarana dan fungsi lokasi, agar memenuhi standar serta berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk pembiayaan, pengelolaan, pemanfaatan, maupun publikasi melalui media sosial, cetak, dan elektronik,” katanya.

Di lokasi agro eduwisata, DKPKP DKI juga memberikan pelatihan budidaya buah-buahan bagi kelompok-kelompok untuk menghasilkan benih bermutu. Selain berwisata sambil belajar tentang pertanian (agro), mereka juga bisa berolahraga, pentas seni budaya, seminar, dan sebagainya.

Kehadiran agro eduwisata tentu sangat dirasakan masyarakat, seperti mewujudkan target ruang terbuka hijau, selain sebagai tempat wisata berbasis pertanian.

Widodo (50), anggota Komunitas Anggur Jakarta, menyambut baik agro eduwisata yang diprakarsai DKPKP DKI Jakarta. Menurut pria yang akrab disapa Dodo ini, agro eduwisata dapat menjadi sarana untuk penghijauan, pembibitan, serta mengedukasi masyarakat dalam bidang pertanian, sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupan secara ekonomi.

Baca Juga:  Partisipasi Kejari dalam Monev Keterbukaan Informasi Badan Publik DKI Jakarta 2021

Dodo yang bertani anggur di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dengan memanfaatkan lahan kosong sekitar tempat tinggalnya, berharap agar program agro eduwisata dapat terus dilaksanakan.

“Saya pribadi menyambut baik adanya agro eduwisata. Kami siap untuk dilibatkan di beberapa lokasi agro eduwisata milik Pemprov DKI Jakarta, agar masyarakat bisa melihat langsung budidaya anggur,” ujarnya.

Dodo mengungkapkan, masyarakat bisa saja memanfaatkan lahan kosong di sekitar tempat tinggal untuk membudidayakan tanaman anggur. Dia ingin agar anggur menjadi tanaman yang bisa ditanam oleh siapa saja dan bisa dimakan oleh siapa saja.

“Kalau semua bisa menanam, maka semua akan bisa menikmati anggur,” ucapnya.