Kabar  

Adaptasi Abad 21, Yuk Kuasai 3 Kemampuan Skills Menulis Artikel Ilmiah

KABARINDAH.COM- Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan Roadshow ke Fakultas Ushuluddin yang belangsung di Aula Lantai 4, Kamis (26/1/2024)

Pengurus Rumah Jurnal disambut oleh jajaran Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin, menegaskan, artikel ilmiah dan jurnal ilmiah merupakan dua hal yang dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Integrasi keduanya dibutuhkan dalam adaptasi abad 21,” tegasnya melalui rilis yang diterima Kabar Indah, Jumat (27/1/2023)

Menurutnya, abad 21 adalah era “konten” dalam unggahan platform elektronik. Secara sederhana konten adalah data, fakta, dan pengetahuan. Konten tersebut sebagian telah tersusun dan sebagiannya lagi terserak secara tidak beraturan.

Pada Tahun 2021, populasi penduduk bumi 7.888 miliar. Bayangkan, miliaran konten diproduksi setiap hari yang diunggah ke berbagai platform elektronik. Tantangan abad 21 tidak lain adalah bagaimana menambang data dari berbagai platform repositori bigdata, mengolah data menjadi informasi, dan menganalisisnya menjadi pengetahuan, atau konten baru yang bermakna.

Saat ini perlu adaptasi untuk mengatasi dan memenuhi tantangan abad 21. Secara tegas dinyatakan bahwa adaptasi abad 21 dapat dilakukan dengan penguatan keterampilan (skills) menulis arikel ilmiah. Latihan menulis artikel ilmiah dan selanjutnya publikasi ilmiah adalah latihan produksi konten bermakna untuk kebaikan umat manusia di planet bumi.

Paling tidak, ada tiga penempaan kemampuan skills dalam penulisan artikel ilmiah yang menjadi kebutuhan utama untuk adaptasi abad 21:

1. Berpikir Prosedural
Berpikir procedural (procedural thinking) yang sering disebut dengan computational thinking. Menurut pakar Engineering, berpikir prosedural tidak selalu membutuhkan perangkat komputer. Tapi bagaimana orang berlatih kemampuan keterampilannya untuk berpikir layaknya kerja komputer. Yaitu mengerjakan suatu proses secara bertahap atau menyelesaikan pekerjaan dengan proses tahap demi tahap. Procedural thinking atau computational thinking jelas terangkum dalam latihan menulis artikel ilmiah. Karena penulisan artikel ilmiah adalah mengerjakan dan menyelesaikan bagian demi bagian secara bertahap mencakup pengambilan data, pengolahan data, dan analisis data. Suatu skills yang dibutuhkan di abad 21.

Baca Juga:  Hasil SPAN-PTKIN Diumumkan 12 April 2021 Pada Website ini

2. Pendekatan STEM
STEM adalah Science, Technology, Engineering, Mathematics. Pendekatan STEM secara terpadu tercakup dalam latihan menulis artikel ilmiah.
Sains merupakan kegiatan yang melibatkan pemahaman dan penerapan tentang fenomena alam dan keadaan perilaku sosial menggunakan metodologi sistematis, dan berdasarkan bukti melalui observasi dan eksperimen. Technology berfungsi untuk membantu memudahkan pekerjaan, engineering berperan untuk penambangan data, pengolahan data, dan penyajian data secara informatif, dan matematika dibutuhkan untuk kerja logis secara terukur.

Latihan menulis artikel ilmiah adalah produksi konten (pengetahuan) melalui pencarian dan penambangan data dari berbagai platform repositori bigdata dengan bantuan teknologi dan rekayasa perangkat lunak (engineering), pengolahan data yang ditopang berbagai metode yang relevan hingga menjadi informasi, dan analisis informasi tersebut sampai menjadi pengetahuan sistematis. Jelaslah bahwa pendekatan STEM secara terpadu terangkum dalam latihan menulis artikel ilmiah dan menjadi tuntutan keterampilan abad 21.

3. Tingkat Kebekerjaan
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Republik Indonesia / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melaporkan, lulusan Pendidikan Tinggi (PT) pada Tahun 2020 sebanyak 1.232.000. Tingkat kebekerjaan lulusan PT pada Tahun 2020 sebanyak 58%. Kementerian PPN/Bappenas membuat kategori segmentasi pekerjaan menjadi terampil, semi terampil, dan tidak terampil. Kategori terampil yaitu manajer atau profesional. Kategori semi terampil yakni tenaga usaha penjualan dan jasa, tenaga tata usaha, teknisi dan asistensi profesional. Kategori tidak terampil contohnya pekerja pengolahan, operator dan perakit mesin, pekerja pertanian atau kehutanan atau perikanan, atau pekerja kasar. Tahun 2021, lulusan PT yang bekerja di segmentasi pekerjaan semi terampil sebanyak 42% dan tidak terampil sebanyak 10,5%.

Baca Juga:  Edukasi Prokes dan Vaksinasi Covid, Begini Cara Wali Kota Sukabumi

Tidak diragukan, latihan menulis artikel ilmiah dipastikan dapat mengungkit tingkat kebekerjaan lulusan PT untuk memenuhi kebutuhan sumber daya terampil. Yaitu sumber daya terampil dalam penerapan procedural thinking dan penggunaan pendekatan STEM secara terpadu. Sumber daya ini dapat diungkit melalui latihan menulis artikel ilmiah dan pengelolaan jurnal ilmiah secara serius. Dengan demikian, sumber daya terlatih dalam penulisan artikel ilmiah dipastikan sangat dibutuhkan oleh perusahaan dan instansi dalam adaptasi abad 21. Terutama skills penambangan data, pengolahan data, dan produksi pengetahuan (konten) dalam memajukan perusahan atau instansi dan lembaga.

Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki struktur yang mencakup berbagai bidang. Hamdan Sugilar, M.Pd., Ketua Rumah Jurnal sekaligus penanggung jawab Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) / Hak Paten. Busro, M.Ag. membidangi Sentra Jurnal Ilmiah, Dia Sa’adilah Malyawati, P.hD. membidangi Sentra Kelas Kepenulisan, Ferli Septi Irwansyah, M.Si. membidangi Sentra Publikasi Ilmiah, Ali Rahman, M.Kom. membidangi Sentra Sinta (Science and Technology Index), dan Widodo Dwi Ismail Aziz, S.IP. membidangi Tata Usha Rumah Jurnal.

Ferli Septi Irwansyah, M.Si. menyampaikan capaian Rumah Jurnal Tahun 2022 dan rencana target kinerja Tahun 2023. “Rumah Jurnal melakukan penguatan dan peningkatan dalam berbagai target capaian yaitu pengusulan Hak Paten, kepenulisan di tingkat dosen dan mahasiswa, publikasi ilmiah di berbagai index jurnal, tata kelola Google Scholar dan Sinta, dan pengelolaan serta pengembangan jurnal ilmiah,” ungkap Ferli Septi Irwansyah, M.Si.

Busro, M.Ag. secara khusus menyampaikan strategi tata Kelola jurnal ilmiah dan pemeringkatan webometrics. “Rumah Jurnal memfasilitasi jurnal ilmiah sejak perintisan, akreditasi, dan pengembangan untuk upaya indeks internasional reputasi global. Selebihnya, pengelola jurnal diharapkan turut berupaya meningkatkan performa webometrics pendidikan tinggi,” tutur Busro, M.Ag.

Baca Juga:  Tahun Akademik 2021/2022, UIN Bandung Siap Laksanakan MBKM

Hadir sekitar 30 orang antara lain seluruh Wakil Dekan yaitu Dr. Radea Juli A. Hambali, M.Hum (Wakil Dekan I), Dr. Ali Masrur, M.Ag.(Wakil Dekan II), Dr. Muhlas, M.Hum (Wakil Dekan III), para Ketua dan Sekretaris Jurusan yakni Ecep Ismail, M.Ag (Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir), Dr. Muhtar Gojali, M.Ag (Ketua Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi), Dr. Cucu Setiawan, M.Ag (Sekretaris Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi), Maman Lukmanul Hakim, M.Ag (Sekretaris Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam), Irma Riyani, P.hD. (Ketua Laboratorium), Dra. Dina Mulyati, M.Pd. (Koordinator Tata Usaha), Ujang Jumar, S.Pd. (Sub Koordinator) Atim, M.Ag. (Sub Koordinator), Nurholis, M.Ud. (Pentata Website), dan para pengelola jurnal ilmiah.

Pngelola jurnal di antaranya Ai Yeni Yulianti, M.Hum (Jurnal Wawasan, Sinta 2), Mila Irmawati, MA (Jurnal Religio Metrics), M. Mu’min, M.Ag (Jurnal Diroyah, Sinta 2), Muhammad Haikal As Shidqi (Jurnal Syifa al-Qulub, Sinta 3), Fitriani (Journal of Takhrij Al-Hadith), Mila Melyani, M.Ag. (Jurnal Tammat), Muhammad Daffa, Nurur Mawadha Iskandar, dan lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Fakultas Ushuluddin terdapat 12 jurnal termasuk jurnal ilmiah mahasiswa. Selain yang telah disebutkan terdahulu, jurnal lainnya adalah Jurnal al-Bayan Sinta 2, Jurnal Religious Sinta 2, Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Sinta 3, Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin, Jurnal Riset Agama, dan Jurnal Spirituality and Local Wisdom.