KABARINDAH.COM, Thailand — Dosen Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Nurlaela Hamidah tampil sebagai presenter dalam seminar internasional yang digelar di Faculty of Social Sciences and Humanities, Mahidol University, Salaya, Thailand, Selasa (12/5/2026).
Forum akademik internasional tersebut dihadiri akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran gagasan ilmiah mengenai isu-isu strategis global, khususnya di bidang sosial, pendidikan, kesehatan mental, hingga tantangan lingkungan di era modern.
Dalam kesempatan tersebut, Nurlaela mempresentasikan artikel ilmiah berjudul “Goal Orientation, Student Engagement, and Academic Climate in Higher Education: A Systematic Literature Review Toward Conceptualizing Islamic Academic Climate as a Moderator”.
Penelitian tersebut merupakan hasil kajian berbasis Systematic Literature Review (SLR) yang dipadukan dengan analisis bibliometrik menggunakan perangkat VOSviewer.
Kajian yang dipresentasikan Nurlaela berangkat dari adanya celah dalam literatur psikologi pendidikan. Selama ini, pembahasan mengenai iklim akademik lebih banyak didominasi perspektif Barat dan sekuler, sementara dimensi nilai dan spiritualitas Islam masih jarang dijadikan variabel formal dalam model ilmiah.
Melalui penelitian ini, Nurlaela menawarkan konsep Islamic Academic Climate sebagai variabel moderator yang dapat menjelaskan dinamika pembelajaran mahasiswa di perguruan tinggi Islam secara ilmiah.
Penelitian dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi.
Literatur diperoleh dari dua basis data internasional bereputasi, yakni Scopus dan Web of Science, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan keyword co-occurrence, co-authorship, citation, dan co-citation analysis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian mengenai goal orientation, student engagement, dan academic climate telah berkembang menjadi bidang multidimensional yang mencakup aspek psikologis, sosial, kontekstual, hingga dimensi nilai.
Selain itu, pemetaan jaringan kata kunci menggunakan VOSviewer memperlihatkan adanya pergeseran paradigma dari pendekatan individual menuju perspektif ekologis yang lebih holistik.
Nurlaela menjelaskan bahwa konsep Islamic Academic Climate bekerja melalui empat mekanisme utama. Pertama, memperkuat mastery goal orientation melalui internalisasi nilai ihsan sehingga mahasiswa terdorong belajar sebagai bentuk ibadah dan pengabdian.
Kedua, mengurangi dampak negatif performance-avoidance melalui atmosfer rahmah yang menciptakan lingkungan akademik aman secara psikologis.
Ketiga, membangun sense of academic community melalui semangat ukhuwah akademik yang mendorong kolaborasi dan solidaritas antarmahasiswa.
Keempat, menghadirkan makna transendental dalam proses belajar sehingga motivasi intrinsik mahasiswa menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.
Penelitian tersebut juga diperkuat oleh berbagai studi empiris dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia.
Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kepemimpinan berbasis Islam, supervisi akademik, dan iklim organisasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam memiliki kontribusi signifikan terhadap kualitas atmosfer akademik.
Nurlaela menegaskan bahwa penelitiannya memberikan kontribusi teoretis sekaligus praktis. Secara teoretis, penelitian ini mengintegrasikan dimensi nilai dan spiritualitas Islam ke dalam literatur global mengenai iklim akademik.
Sementara secara praktis, penelitian ini menawarkan kerangka analisis yang relevan secara kultural bagi pengambil kebijakan di perguruan tinggi Islam, termasuk di lingkungan Universitas Muhammadiyah.
“Perguruan tinggi Islam memiliki modal nilai yang sangat kaya. Sudah saatnya modal itu tidak hanya menjadi slogan, tetapi dikonseptualisasikan secara ilmiah dan diintegrasikan dalam model-model psikologi pendidikan,” demikian pesan yang disampaikan Nurlaela dalam presentasinya.
Presentasi tersebut mendapat sambutan positif dari peserta seminar internasional. Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan akademisi dan praktisi lintas negara yang membahas posisi konstruk berbasis nilai keislaman dalam kerangka psikologi pendidikan modern.
Mahidol University sendiri dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Asia Tenggara dan menjadi ruang strategis bagi kolaborasi akademik lintas disiplin dan budaya.
Partisipasi Nurlaela Hamidah dalam forum internasional tersebut sejalan dengan visi UM Bandung dalam mendorong lahirnya akademisi yang unggul secara intelektual dan mampu berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan berkarakter Islam berkemajuan di tingkat global.***











