Hujan Deras Robohkan Atap Rumah, Dua Anak Yatim Piatu di Sukabumi Butuh Bantuan Mendesak

KABARINDAH.COM, Sukabumi- Cuaca ekstrem disertai hujan berintensitas deras mengakibatkan atap sebuah rumah warga roboh di Kampung Karawang Kulon, RT 03/RW 007, Desa Karawang, Kecamatan Sukabumi, pada Kamis malam (30/04/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Kejadian tersebut dipicu oleh kondisi bangunan yang sudah rapuh dan tidak mampu menahan derasnya hujan yang mengguyur wilayah tersebut. Akibatnya, bagian atap rumah berukuran 6×8 meter mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak huni secara keseluruhan.

Peristiwa ini berdampak pada dua orang penghuni rumah, yakni Arif Hidayat dan adiknya Buki Baskian. Keduanya merupakan kakak beradik yang diketahui berstatus yatim piatu dan saat ini masih bertahan tinggal di satu-satunya ruangan yang tersisa, yaitu kamar tidur.

Tim BPBD Kabupaten Sukabumi melalui P2BK Kecamatan Sukabumi bersama perangkat desa, Tagana Kecamatan Sukabumi, Pihak Kecamatan Sukabumi serta warga setempat telah melakukan asesmen langsung ke lokasi kejadian guna memastikan kondisi korban serta kebutuhan yang diperlukan.

Ketua Tim Kecamatan (Katimcam) PKH Kecamatan Sukabumi, Encep Anwar Gozali, menyampaikan bahwa pihaknya turut prihatin atas musibah yang menimpa kedua korban. Ia menegaskan bahwa kondisi korban yang merupakan yatim piatu menjadi perhatian khusus dalam penanganan.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi yang dialami kedua anak ini. Selain terdampak bencana, mereka juga tidak memiliki orang tua maupun keluarga dekat. Oleh karena itu, kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan bisa dilakukan secara maksimal, baik untuk kebutuhan darurat maupun rencana perbaikan rumah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebagai langkah awal respon kedaruratan, ASN PPPK di Kecamatan Sukabumi telah menyalurkan bantuan sembako kepada para penyintas.

“Sebagai bentuk respon cepat di tahap awal kedaruratan, kami dari ASN PPPK Direktorat PSNK Kemensos RI di wilayah Kecamatan Sukabumi telah memberikan bantuan sembako kepada korban untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka,” tambahnya.

Sementara itu,Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) PKH, Dendi Heryanto, menjelaskan bahwa sesuai arahan pimpinan, peran ASN PPPK di Direktorat PSNK Kementerian Sosial RI tidak hanya terbatas pada pelaksanaan tugas utama bisnis PKH, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial terhadap berbagai kondisi di masyarakat.

“ASN PPPK tidak hanya menjalankan tugas administratif dan pendampingan PKH, tetapi juga dituntut untuk hadir langsung di tengah masyarakat ketika terjadi permasalahan sosial, termasuk bencana. Kegiatan seperti respon kasus adaptif ini menjadi bagian penting dari tugas kami di lapangan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan aktif dalam respon kebencanaan merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat.

“Kami memastikan bahwa setiap kejadian yang berdampak pada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak yatim piatu, harus segera direspon dengan cepat dan tepat. Ini bukan hanya soal bantuan, tetapi juga memastikan negara hadir dan penyintas mendapatkan bantuan dan penanganan” lanjutnya.

Dendi juga menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam penanganan kasus seperti ini, agar intervensi yang diberikan bisa lebih komprehensif.

“Kami terus mendorong sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, relawan, hingga unsur terkait lainnya agar penanganan tidak bersifat parsial. Mulai dari bantuan darurat, asesmen kebutuhan lanjutan, hingga rencana rehabilitasi rumah harus dilakukan secara terpadu,” ungkapnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kehadiran negara melalui program-program sosial yang adaptif terhadap kondisi lapangan.

“Melalui pendekatan kasus adaptif, kami ingin memastikan bahwa setiap persoalan sosial yang muncul bisa segera ditangani. Ini menjadi refleksi bahwa negara hadir dan tidak abai terhadap kondisi warganya, terutama dalam situasi darurat seperti bencana,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan Pemerintah Desa Karawang, Muhlisin, selaku Kepala Seksi Pemerintahan, turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergerak cepat dalam penanganan kejadian ini.

“Atas nama Pemerintah Desa Karawang, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penanganan rumah ambruk ini. Hingga saat ini, secara administratif kami juga telah mengirimkan berita acara kejadian dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk percepatan penanganan dampak bencana hidrometeorologi ini,” ujarnya.

Hingga saat ini, korban belum mengungsi dan tetap bertahan di rumah dalam kondisi terbatas. Minimnya tempat tinggal alternatif menjadi salah satu alasan mereka tetap berada di lokasi tersebut.

Adapun kebutuhan mendesak saat ini meliputi material bangunan seperti kayu balok untuk kuda-kuda atap, genteng, serta terpal sebagai penutup sementara guna melindungi dari hujan lanjutan.

Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp10.000.000. Diharapkan adanya perhatian dan bantuan dari berbagai pihak untuk membantu proses pemulihan tempat tinggal korban, mengingat kondisi mereka yang tidak memiliki keluarga terdekat.

Ditempat yang sama Enggen Hermaen selaku Petugas P2BK Kecamatan Sukabumi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan kondisi rumah yang rawan terdampak guna mencegah kejadian serupa.