KABARINDAH.COM, CIANJUR — Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) memastikan pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Cianjur tetap aman dan lancar, meskipun memasuki periode libur bersama menjelang Idul Fitri 1447 H.
Sebagai langkah antisipatif terhadap peningkatan permintaan masyarakat, Pertamina telah menyalurkan tambahan pasokan LPG bersubsidi dalam jumlah signifikan. Dalam satu pekan terakhir, tepatnya pada 19 Maret 2026, sebanyak 78.400 tabung LPG 3 kg telah didistribusikan ke wilayah Cianjur.
Tak hanya itu, penambahan serupa juga dijadwalkan kembali pada 21 Maret 2026 dengan jumlah yang sama, yakni 78.400 tabung. Dengan demikian, total tambahan pasokan mencapai 156.800 tabung LPG 3 kg.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan energi masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan.
“Penambahan total 156.800 tabung ini merupakan bentuk penguatan stok di masyarakat jelang perayaan Idul Fitri 1447 H. Kami memastikan distribusi tetap berjalan dengan baik meskipun dalam periode libur bersama,” ujar Susanto.
Ia juga menekankan bahwa Pertamina terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi LPG bersubsidi tepat sasaran.
“Pertamina bersama instansi terkait terus bersinergi agar penyaluran energi bersubsidi ini benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Susanto juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang justru dapat mengganggu kestabilan distribusi.
“Masyarakat tidak perlu melakukan panic buying. Stok kami pastikan aman dan tersedia,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk membeli LPG 3 kg hanya di pangkalan resmi agar harga yang dibayarkan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi. Harga jual di pangkalan sudah sesuai dengan HET. Jika ditemukan pangkalan yang menjual di atas HET, masyarakat dapat melaporkannya ke Pertamina Call Center 135,” jelas Susanto.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan LPG secara bijak dan bertanggung jawab.
“Gunakan LPG 3 kg secara bijak dan hemat, tidak berlebihan, apalagi menimbun. Penimbunan merupakan tindakan pidana dan dapat merugikan masyarakat luas,” pungkasnya. (*)











