Vaksinasi Saat Pandemi Covid-19 dalam Islam

Oleh Ujang Harisman, SPdI, MPd
(Magister Pendidikan STAI Sukabumi)

Saat ini, kita dan seluruh masyarakat dunia masih dalam pandemi Covid-19. Pandemi yang berlangsung hampir setahun ini telah melumpuhkan segala aktivitas. Lalu, apakah berarti kita hanya diam? Tentu tidak.

Sebagai orang yang beriman, mau tidak mau kita harus bersiap dalam kondisi apapun. Tentu, dengan tidak mengurangi keimanan kita kepada Allah SWT serta berusaha, ikhtiar, bersabar dan bertawakal atas ujian ini.

Negara-negara di dunia berlomba-lomba untuk melaksanakan vaksinasi kepada rakyatnya sebagai bentuk tanggung jawab negara kepada warganya. Begitu pun pemerintahan Indonesia. Sesuai UUD 1945 Pasal 28H ayat 1: “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.”

Ini artinya, negara wajib melindungi atas kesehatan warga negaranya secara adil dan merata, apalagi di saat pandemi ini.Dalam Islam, ada beberapa usaha yang bisa lakukan untuk vaksinasi dan terjaga dari penyakit.

Baca Juga:  Santri Ponpes Raudhatul Falah Al Hasanah Ikuti Vaksinasi Masal

Pertama, membaca Alquran. Selain berpahala bagi yang membacanya, membaca Alquran juga bisa sebagai obat dalam usaha vaksinasi untuk menyembuhkan penyakit lahir maupun batin. Seperti firman Allah SWT, “Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”(QS al-Isra:82).

Ibnu Qoyyim dalam kitabnya Zadul Ma’ad mengatakan, Alquran adalah penyembuh yang sempurna dari seluruh penyakit hati dan jasmani demikian pula penyakit dunia dan akhirat.

Kedua, selalu berdzikir kepada Allah SWT, seperti dalam firman-Nya “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tentram.” (QS ar-Ra’du: 28).

Baca Juga:  Disiplin dan Karakter Hulunya dari Orang Tua

Ahli imunologi klinis, Leonard Calabese menyatakan, ada dua hal yang efektif untuk mencegah kepanikan di tengah pemberitaan negatif tentang Covid-19. Salah satunya, meditasi. Melakukan meditasi selama 10 menit hingga 15 menit, tiga atau empat kali seminggu bisa mengurangi stres atau kepanikan. Pada jiwa yang tidak tenang, imun akan menjadi lemah dan rentan terkena berbagai penyakit khususnya Covid-19.

Tentu Islam memberikan jawaban akan hal ini yaitu dengan berdzikir kepada Allah hati kita menjadi tenang dan tentram yang bisa dilakukan setiap saat di mana pun dan kapan pun yang dapat meningkatkan imun serta iman.

Ketiga, melaksanakan shalat, baik itu shalat wajib maupun shalat sunat. Karena dalam shalat kita banyak melakukan gerakan-gerakan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Seperti dikutip dari Islamic Finder, gerakan dalam shalat memiliki manfaat:

1) Meningkatkan sirkulasi darah.
2) Melancarkan pencernaan,
3) Meredakan nyeri punggung dan nyeri sendi.
4) Menjaga kesehatan jantung.
5) Menyehatkan mental.
6) Membuat jiwa lebih damai.

Baca Juga:  Empat Dampak Buruk Menanam Iri dan Dengki dalam Hati

Gerakan-gerakan dalam shalat menjadi terapi untuk meninkatkan imun tubuh kita.

Keempat, bersedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. Bersedekah bisa menjauhkan diri dari mara bahaya, khususnya virus corona yang melanda dunia.

Nabi Muhammad SAW bersabda “Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah segala kesulitanmu dengan sedekah.obatilah penyakitmu dengan sedekah. Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana. Dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo).” (HR Thabrani).

Pandemi adalah ujian bagi kita semua. Kita sebagai orang yang beriman bisa melakukan pencegahan dengan keyakinan yang ada dalam agama kita yaitu dengan melaksanakan imun dan iman. Wallahu A’lam.