Kabar  

UM Bandung dan GIB Jajaki Kerja Sama

KABARINDAH.COM –  Rombongan Gerakan Indonesia Beradab (GIB)/Lembaga Advokasi Keluarga Indonesia (LAKI) yang dipimpin oleh Bagus Riyono pada Senin (31/01/2022) pagi mengadakan kunjungan silaturahmi ke UM Bandung.

Kunjungan tersebut digelar di ruang LPPM UM Bandung dalam rangka penjajakan rencana kerja sama (MoU) terkait pembangunan ketahanan keluarga dan penanganan berbagai kasus kerentanan yang menimpa keluarga di Jawa Barat.

Rombongan diterima oleh Sekretaris LPPM, Iis Dewi Fitriani; Kepala Pusat Studi Perlindungan Perempuan dan Anak (PUSPPA), Dr. Hj. Nenny Kencanawati, M.Si.; Kepala Pusat Kajian Kepemimpinan dan Pengembangan SDM, Dr. Irianti Usman Natanegara, M.A.; dan Kabag Kerjasama, Jamhur.

Ketua Presidium Gerakan Indonesia Beradab Bagus Riyono mengatakan ada banyak kasus seperti kejahatan seksual dan tindakan tidak beradab lainnya yang perlu dihapuskan.

Baca Juga:  Meminimalisir Learning Loss

”Namun, usaha tersebut tentu memerlukan kerja keras dari semua pihak. Nah dengan Universitas Muhammadiyah Bandung ini insyaallah kita akan mulai dari penanganan untuk mereka yang menjadi korban kejahatan seksual dan juga pencegahan melalui pendidikan cerdas digital,” ujar Bagus.

Dengan upaya demikian, Bagus berharap bisa melindungi masyarakat dari kerusakan moral dan adab yang saat ini terjadi.

Terkait langkah konkret ke depan, Bagus mengatakan pihaknya sudah punya program, satu di antaranya yakni memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan gadget.

Penggunaan gadget yang cerdas, kata Bagus, sangat penting dipahami masyarakat karena bisa menangkal hal-hal negatif terhadap mereka.

Dengan demikian, masyarakat tidak terpancing oleh informasi-informasi menyesatkan yang masuk gadget yang ada pada diri mereka.

Baca Juga:  Top ! Arum Rumaesih, Mahasiswi Jurusan Ilmu Politik Jadi Delegasi Istanbul Youth Summit 2021

”Selain itu, tentu nanti juga kita akan kembangkan aktivitas-aktivitas lain yang arahnya bagaimana membangun peradaban Indonesia yang tinggi dan mulia,” tandas Bagus.

Ketahanan keluarga

Sementara itu Kepala Pusat Studi Perlindungan Perempuan dan Anak UM Bandung Dr. Hj. Nenny Kencanawaty, M.Si. mengapresiasi pertemuan dengan GIB.

Menurut Nenny, kerja sama dengan GIB ke depannya bisa membangun sebuah kekuatan dalam upaya ketahanan keluarga khususnya yang ada di Jawa Barat.

”Nantinya kita akan masuk di dalamnya dan berkolaborasi untuk kemudian ikut meminimalisasi permasalahan terutama di keluarga-keluarga khususnya di Jawa Barat,” kata Nenny.

Lebih lanjut Nenny mengatakan bahwa UM Bandung dan GIB akan bertemu dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) untuk membahas berbagai kasus yang terjadi.

Baca Juga:  Tak Perlu Unggah Sertifikat Vaksin Covid-19 ke Media Sosial, Kenapa?

”Jadi kami akan bertemu dan bersilaturahmi dengan DP3KB untuk bisa memberikan penjelasan tentang banyaknya kasus yang terjadi di Jawa Barat, khususnya yang menimbulkan kerentanan dalam keluarga,” jelasnya.

Nenny berharap kerja sama dengan GIB nantinya bisa menjadi upaya untuk meminimalisasi kasus-kasus kerentanan yang ada di dalam sebuah keluarga.

”Mudah-mudahan dengan adanya kerja sama ini kita bisa berkolaborasi untuk bisa memberikan ruang kepada keluarga di Jawa Barat untuk meminimalisasi berbagai kerentanan yang terjadi saat ini,” pungkasnya.***(Firman Katon)