Kabar, Bogor– Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana, Brigjen TNI Thomas Rajunio, menegaskan komitmen TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sekaligus mendorong percepatan pembangunan di wilayah Bogor.
Hal tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan yang turut dihadiri Kapolresta Bogor Rio Wahyu Anggoro, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, dan Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Dalam forum tersebut, Brigjen TNI Thomas Rajunio mengungkapkan bahwa koordinasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah telah terjalin erat. Ia menyebut pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi, khususnya dalam menghadapi tantangan pembangunan dan potensi bencana.
“Kami memang sudah sering berkoordinasi. Namun ini pertama kalinya saya diundang secara khusus untuk membahas Kamtibmas dan percepatan pembangunan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, TNI melalui berbagai program turut berkontribusi langsung bagi masyarakat. Program tersebut meliputi KDKMP, penguatan koperasi, dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pelaksanaan Sekolah Rakyat di wilayah kota dan kabupaten Bogor.
Tak hanya itu, TNI juga menjalankan program strategis nasional seperti pembangunan Jembatan Perintis Garuda. Program ini dinilai krusial, mengingat wilayah Korem 061/Suryakancana termasuk daerah rawan bencana, di mana sejumlah jembatan kerap rusak atau hanyut akibat banjir.
“Untuk jembatan, kami mendapat tanggung jawab membangun lima unit setiap bulan. Namun semuanya melalui proses kajian matang, mulai dari kebutuhan masyarakat hingga kondisi teknis di lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan tidak selalu sederhana meskipun bentangnya pendek. Faktor seperti kondisi pondasi dan akses lokasi menjadi pertimbangan utama yang harus ditinjau secara detail oleh tim zeni TNI.
Lebih lanjut, Brigjen TNI Thomas Rajunio menegaskan bahwa pola pembangunan yang dijalankan TNI bersifat melengkapi program pemerintah daerah, bukan menggantikan.
“Program kami menyasar titik-titik yang belum tersentuh pemerintah daerah. Jadi ini seperti jalinan jari-jemari, saling melengkapi demi kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Selain pembangunan infrastruktur, TNI juga mulai mengantisipasi dampak perubahan cuaca ekstrem. Setelah periode banjir akibat La Nina, potensi kekeringan menjadi perhatian, sehingga pencarian sumber air bersih mulai dipetakan.
