Selalu Waspada dengan Ancaman Berbahaya Media Sosial

  • Bagikan
Medsos (Ilustrasi). pixabay.com

KABARINDAH.com – Era internet memberi Kamu gambaran tentang riuh-rendahnya isu yang bersileweran di jagat maya tanpa rem. Sedikit saja sebuah isu muncul ke permukaan, maka dalam hitungan menit saja isu itu akan tersebar ke mana-mana melalui tangan-tangan pemilik media sosial.

Eh.., bukan hanya tersebar, tetapi juga sudah menjadi lebih “sedap” karena “dibumbui” bermacam-macam tanggapan. Pro-kontra pun terjadi, malah tidak sedikit yang berakhir dengan keributan.

Memang, internet datang tanpa membawa sistem nilai. Para pengguna internetlah yang sejatinya memberi nilai, mau baik atau mau buruk, semua terserah kepada si pengguna.

Sebaiknya Kamu jangan mengaku sebagai muslim yang baik, jika tidak mampu menularkan nilai-nilai positif di internet, seperti melalui akun media sosial yang Kamu miliki.

Inilah kesempatan Kamu memanfaatkan perkembangan teknologi yang pesat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Gunakan media sosial sebagai jalan lapang untuk menularkan nilai-nilai positif kepada sesama penghuni bumi.

Ketahuilah, bahwa pada zaman teknologi sekarang, media sosial memiliki peran yang signifikan dalam mengubah tatanan kehidupan sosial manusia. Sebab, sudah secara langsung media sosial berperan sebagai sarana penghubung antarmanusia di dunia.

Bayangkan, begitu banyak bentuk perilaku manusia di alam nyata yang semula “dirancang” dan “dirumuskan” melalui interaksi di media sosial. Salah satu contohnya adalah bahasa percakapan di dunia nyata kini nyaris tidak jauh berbeda dengan bahasa percakapan di dunia maya, dalam hal ini media sosial.

Maka, bijaklah Kamu menggunakan media sosial. Fakta sejarah membuktikan, bahwa pada titik tertentu media sosial mampu mengantar penggunanya ke tarap kehidupan yang lebih baik, juga bisa menjerumuskan penggunanya ke dasar kehancuran.

Perhatikan saja beberapa orang dari kalangan selebritis yang eksis di media sosial, dengan tujuan supaya popularitasnya tetap terjaga, atau bahkan lebih meningkat lagi.

Karena media sosial memiliki dua mata pisau yang berbeda, sebagai muslimah Kamu mesti bijak menggunakannya. Paling tidak, dengan bersikap bijak, Kamu ikut memberi nilai-nilai positif pada teknologi yang bernama internet.

Sebab, diakui maupun tidak, internet memiliki cenderung untuk menjerumuskan penggunanya ke arah perbuatan negatif. Seperti media sosial juga dapat memicu tindak kriminal. Tidak semua pengguna media sosial memiliki wawasan luas.

Ada juga di antara Kamu yang menggunakan media sosial untuk sekadar ikut-ikutan, supaya tidak dibilang “Si Kudet”. Akibatnya, Kamu mudah terjebak oleh informasi-informasi yang menipu.

Hati-hatilah terhadap iming-iming harta berlimpah, tawaran mendapat kendaraan atau rumah mewah, atau pada bujuk rayu yang menjanjikan karier Kamu akan melejit dalam waktu sekejap. Karena jika informasinya tidak valid, ujung-ujungnya bukan mendapat untung, malah Kamu sendiri yang buntung.

Dari beberapa kasus yang sudah terjadi, ternyata media sosial menjadi awal dari tindak kriminal. Internet bagaikan satu sisi medan magnet yang sangat kuat, dan Kamu bagaikan besi. Waspadalah, tanpa kedisiplinan diri, maka Kamu akan selalu berhasil ditariknya.

Melalui media sosial, betapa mudah Kamu tertarik masuk ke pusaran internet. Sebab, selain prosesnya sangat mudah, memiliki pintu masuk yang banyak dan nyaris tanpa kunci, juga menghidangkan sajian-sajian yang menarik minat dan selalu diperbaharui setiap hari.

Sebagai pintu masuk ke internet, asal memiliki smartphone, maka Kamu dapat keluar-masuk ke media sosial semau Kamu; kapan dan di mana saja. Akibatnya, tanpa kedisiplinan, etos kerja Kamu akan mengalami penurunan, dan pekerjaan-pekerjaan penting pun banyak yang terbengkalai.

Sebab, karena penasaran, sebentar-sebentar Kamu akan selalu menengok status-status orang lain di jejaring media sosial. Rutinitas menengok media sosial tanpa jeda jelas menyita masa-masa produktif Kamu.

Misalnya, di saat orang lain giat bekerja, semangat berdagang, sungguh-sungguh belajar, atau khusuk beribadah; Kamu malah asyik-asyik bermain di taman media sosial.

Karena itu, serajin apapun Kamu meng-update status, memkamungi layar monitor, atau sekadar kepo membaca status orang lain; Kamu tidak akan mendapat sedikit pun faedah darinya selama rutinitas itu bukan demi kepentingan produktivitas hidup.

  • Bagikan