Kabar  

Presiden Jokowi: Buah Nusantara Harus “Go International”

KABARINDAH.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong lebih banyak buah-buahan nusantara yang menembus pasar internasional. Apalagi, peluang pasar ekspor masih terbuka lebar dan sangat menjanjikan.

“Kita ingin buah nusantara makin disukai, makin digemari bukan hanya oleh masyarakat dalam negeri, tetapi juga mulai masuk ke pasar internasional. Potensi pasar ekspor masih sangat terbuka lebar, peluangnya sangat menjanjikan,” jelasnya dalam acara Gelar Buah Nusantara, Senin (9/8).

Menurut Jokowi, agar bisa tembus pasar internasional, buah-buahan nusantara harus berdaya saing, baik dari sisi harga maupun kualitas. Saat ini, Indonesia baru mengekspor beberapa jenis buah, antara lain mangga, nanas, dan pisang.

“Harganya harus kompetitif, cita rasanya terjaga, pasokannya berlanjut, produksinya tidak pernah putus, packaging-nya juga menarik,” ujarnya.

Baca Juga:  Ingin Penelitian dan Publikasi Ilmiah Berkualitas, Ikuti Academic Writing Class

Untuk meningkatkan daya saing itu, maka ekosistem usaha buah nusantara harus terus ditata, mulai dari hulu sampai hilir. Dari sisi hulu, produktivitas petani buah harus didorong, akses kepada permodalan diperkuat, serta peningkatan teknologi penyimpanan hasil buah.

“Supply chain juga harus semakin efisien, konektivitas antar daerah dan juga untuk ekspor buah juga harus semakin lancar,” imbuhnya.

Sedangkan dari hilir, Jokowi menilai perlu ada peningkatan promosi buah nusantara baik di dalam dan luar negeri melalui strategi pemasaran yang menarik. Pemasaran harus dilakukan dengan menggunakan cara mutakhir memanfaatkan teknologi.

“Saya harap gelaran buah nusantara tahun ini bisa menjadi momentum kebangkitan buah-buahan nusantara, memacu peningkatan produktivitas, meningkatkan kualitas buah nusantara, sehingga makin berdaya saing dan mengurangi ketergantungan pada buah impor,” katanya.

Baca Juga:  Wali Kota Sukabumi: Di Tengah Pandemi, Inovasi Pelayanan Kesehatan Tetap Maksimal

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ekspor buah-buahan merupakan salah satu produk yang mendominasi pada kategori ekspor hortikultura.

Pada 2020 lalu, ekspor hortikultura mencapai US$645,48 juta meningkat 37,75 persen dibandingkan 2019.

“Peningkatan didominasi oleh komoditas buah-buahan dimana ekspor buah-buahan senilai US$389,9 juta, meningkat 30,31 persen dibandingkan 2019,” tutur dia.

Sementara itu, lima negara tujuan utama ekspor buah-buahan meliputi China, Hong Kong, Malaysia, Arab Saudi, dan Pakistan.