KABARINDAH.COM, Sukabumi- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi terus memperkuat komitmennya dalam mendorong gerakan kemanusiaan yang inklusif. Hal tersebut ditandai dengan peresmian Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) Inklusif Unit SLB A Budi Nurani Kota Sukabumi, yang dilaksanakan di lingkungan sekolah setempat. selasa (24/2/2026)
Peresmian ditandai dengan penandatangan dokumen Kerjasama dan penyerahan papan nama PMR Inklusif oleh Ketua PMI Kota Sukabumi kepada Kepala sekolah SLB A Budi Nurani. Kegiatan ini menjadi langkah nyata PMI dalam membuka ruang partisipasi yang setara bagi peserta didik penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, untuk terlibat aktif dalam kegiatan kepalangmerahan.
Ketua PMI Kota Sukabumi, Suranto Sumowiryo, menyampaikan bahwa pembentukan PMR Inklusif ini merupakan bagian dari komitmen PMI Kota Sukabumi dalam membangun generasi muda yang berkarakter, peduli, dan siap berkontribusi dalam aksi-aksi kemanusiaan tanpa diskriminasi.
“PMI hadir untuk semua. Melalui PMR Inklusif ini, kami ingin memastikan adik-adik di SLB juga memiliki kesempatan yang sama menjadi calon Relawan PMI untuk belajar nilai-nilai kemanusiaan, pertolongan pertama, kesiapsiagaan bencana, dan semangat solidaritas,” ujarnya.
Ditambahkannya, bahwa kolaborasi antara PMI Kota Sukabumi dan SLB A Budi Nurani bukanlah hal yang pertama kali dilakukan. PMI Kota Sukabumi bersama SLB A Budi Nurani ini sudah hampir tiga tahun berjalan dalam berbagai event. Terutama setiap tahun PMI rutin mengadakan sosialisasi, edukasi, dan simulasi pengelolaan kesiapsiagaan bencana berbasis disabilitas. Tahun ini PMI menginisiasi penguatan melalui pembentukan PMR Inklusif.
Sementara itu, Kepala Sekolah SLB A Budi Kota Sukabumi, Ramayanti, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PMI Kota Sukabumi atas inisiasi terbentuknya PMR Inklusif di sekolahnya.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PMI Kota Sukabumi. Semua anak berhak mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang sama, terutama dalam pembentukan karakter remaja melalui kegiatan ekstrakurikuler PMR. Saat ini siswa SLB banyak yang berprestasi dalam berbagai bidang. Harapannya ke depan, mereka juga dapat mewarnai dan berprestasi dalam kegiatan ekstrakurikuler kepalangmerahan,” ungkapnya.
Dengan terbentuknya PMR Inklusif ini, diharapkan para siswa dapat lebih aktif terlibat dalam kegiatan kemanusiaan, memiliki keterampilan dasar pertolongan pertama, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen PMI Kota Sukabumi dalam membangun gerakan kemanusiaan yang merangkul semua kalangan tanpa terkecuali.
