KABARINDAH.COM, Sukabumi–Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKS, Inggu Sudeni menggelar reses ke-III masa sidang 2025–2026 di wilayah RW 06 Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Senin (25/5/2026). Dalam agenda serap aspirasi tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, permodalan UMKM hingga pembangunan infrastruktur lingkungan.
Menurut Inggu, persoalan kesehatan masih menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan warga dalam setiap kegiatan reses yang dilaksanakannya.“Keluhan masyarakat masih berkaitan dengan kebutuhan dasar, terutama kesehatan, termasuk persoalan BPJS yang sampai sekarang masih sering disampaikan warga,” ujarnya
Selain sektor kesehatan lanjut Inggu, masyarakat juga berharap adanya perhatian pemerintah terhadap pelaku usaha kecil dan menengah agar lebih mudah memperoleh akses permodalan untuk mengembangkan usaha mereka. Di sisi lain, kondisi infrastruktur lingkungan disebut menjadi persoalan yang cukup mendesak.
Warga mengeluhkan masih banyak jalan lingkungan dan fasilitas umum yang belum tersentuh perbaikan secara maksimal.
”Infrastruktur masih menjadi perhatian masyarakat karena belum semuanya bisa tertangani. Itu yang cukup banyak muncul dalam reses kali ini,” katanya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Inggu mengaku beberapa usulan warga sudah mulai dimasukkan ke dalam pokok-pokok pikiran dewan untuk anggaran murni tahun 2027. Khususnya yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah.
“Beberapa kebutuhan masyarakat sudah kami masukkan dalam dana aspirasi 2027, terutama untuk infrastruktur dan kebutuhan lingkungan lainnya,” ungkap Inggu. Sementara untuk aspirasi yang memerlukan pembahasan lebih lanjut, dirinya memastikan akan membawa persoalan tersebut ke forum DPRD agar dapat diperjuangkan melalui program pemerintah daerah.
Inggu juga menyoroti pentingnya dukungan pembiayaan bagi pelaku UMKM. Ia berencana membuka komunikasi dengan pihak perbankan agar masyarakat memiliki akses permodalan yang lebih mudah, termasuk melalui pendekatan berbasis komunitas. “Kita ingin masyarakat punya kemudahan akses modal usaha. Nanti akan dicoba dijembatani dengan pihak perbankan, bisa melalui kelompok atau komunitas masyarakat,” jelasnya.
