KABARINDAH.COM, TASIKMALAYA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal (FT) Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Kebencanaan di Zona Pemukiman Terdekat perusahaan sebagai upaya memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di sekitar wilayah operasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (12/2/2026) di Gedung Serbaguna FT Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya.
Dihadiri Perwakilan Lanud Wiriadinata Lettu Kal Arief Iqbal, Kepolisian Sektor Cibeureum Ma’mun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Harisman, Kepala Sekolah SD Al-Muttaqin Erick Dudi, Perwakilan Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Angkasa Effani, Karang Taruna Kecamatan Purbaratu Aji Ganda, Kepala Rukun Warga (RW) 05 Herman dan Kepala RW 06 Wawan, Pejabat Sementara (PJS) Fuel Terminal Manager Tasikmalaya Arief Samsul Bahtiar, HSSE FT Tasikmalaya Zakky Algifari Martin, serta Tim FT Tasikmalaya.
Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta dari unsur pemerintah, aparat keamanan, institusi pendidikan, dan perwakilan masyarakat di zona pemukiman terdekat perusahaan. Sosialisasi mencakup pemaparan operasional bisnis FT Tasikmalaya, kesiapsiagaan bencana, serta potensi kebencanaan dan upaya mitigasinya di wilayah Tasikmalaya.
Dalam sambutannya, Pejabat Sementara (PJS) Fuel Terminal Manager Tasikmalaya, Arief Samsul Bahtiar menegaskan pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Keselamatan merupakan prioritas utama perusahaan, tidak hanya di dalam area operasional, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Karena itu, melalui sosialisasi ini kami ingin memperkuat pemahaman bersama terkait potensi risiko serta langkah mitigasi yang perlu dilakukan secara terkoordinasi,” ujar Arief.
Kepala Sekolah SD Al-Muttaqin, Erick Dudi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sosialisasi ini karena dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman warga sekolah terhadap mitigasi bencana.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Pertamina dalam memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, termasuk institusi pendidikan. Kegiatan ini sangat penting untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan sejak dini, khususnya bagi lingkungan sekolah yang juga berada di wilayah rawan bencana,” ujar Erick.
Di lain kesempatan, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Susanto August Satria menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pertamina dalam memperkuat ketahanan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat akan terus dilakukan melalui sosialisasi dan simulasi kebencanaan secara berkala. Kami berharap melalui kolaborasi yang berkelanjutan dapat mewujudkan lingkungan yang tangguh terhadap bencana sekaligus mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat di zona pemukiman terdekat,” ujar Satria.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 tentang perlindungan keselamatan dan kesehatan masyarakat, poin 11 tentang peningkatan ketahanan dan pengurangan risiko bencana, poin 13 tentang adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim, serta poin 17 tentang kolaborasi perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.(*)
