KABARINDAH.COM, Bandung – Prodi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus berupaya meningkatkan kompetensi mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri di era digital.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu dan Workshop bertajuk “Empowering Future Professionals with Digital Tools” yang digelar bekerja sama dengan Mekari University.
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (04/06/2026) ini diikuti oleh mahasiswa Akuntansi Syariah semester 2, 4, 6, dan 8.
Acara dipandu oleh Kartika Dwifa Siregar sebagai moderator dan master of ceremony (MC), sehingga diskusi berlangsung interaktif.
Hadir sebagai narasumber utama, Production Manager Mekari University, P. Setyaningrum, yang membagikan wawasan mengenai pentingnya penguasaan teknologi digital bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan dunia kerja.
Dalam pemaparannya, Setyaningrum menjelaskan bahwa transformasi digital telah mengubah berbagai aspek bisnis dan profesi. Karena itu, lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki keterampilan digital yang relevan agar mampu bersaing di tengah perkembangan industri yang semakin dinamis.
Melalui materi bertajuk “Empowering Future Professionals with Digital Tools”, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tren perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan dunia kerja, serta kompetensi yang harus dimiliki calon profesional di era digital.
“Penguasaan teknologi tidak lagi menjadi nilai tambah semata, melainkan kebutuhan dasar bagi calon profesional di berbagai bidang, termasuk akuntansi syariah,” tegas Setyaningrum.
Ia juga memperkenalkan empat fungsi utama yang menjadi fondasi transformasi digital dalam organisasi, yakni pengelolaan keuangan, manajemen sumber daya manusia, perpajakan, dan pengelolaan hubungan pelanggan.
Menurutnya, digitalisasi pada sektor-sektor tersebut mampu meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pengambilan keputusan, dan mendukung pertumbuhan organisasi secara berkelanjutan.
Selain itu, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai platform digital dalam ekosistem Mekari, seperti Mekari Jurnal, Mekari Klikpajak, Mekari Talenta, dan Mekari Qontak.
Melalui pengenalan tersebut, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai penerapan teknologi berbasis cloud dalam pengelolaan akuntansi, administrasi perpajakan, manajemen SDM, hingga layanan pelanggan yang terintegrasi.
Setyaningrum menjelaskan bahwa program pengembangan kompetensi digital yang dijalankan bersama perguruan tinggi dirancang secara bertahap, mulai dari webinar, pembelajaran mandiri, praktik langsung menggunakan perangkat lunak Mekari, hingga pemberian sertifikat bagi peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan.
“Program ini diharapkan dapat melahirkan generasi profesional yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja berbasis teknologi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Akuntansi Syariah FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Mia Lasmi Wardiyah, didampingi Sekretaris Program Studi Fithri Dzikrayah, menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja modern.
“Alhamdulillah, kita bisa berkumpul hari ini dalam acara Kuliah Tamu dan Workshop bersama Mekari University. Atas nama Prodi Akuntansi Syariah, saya mengucapkan terima kasih kepada Mekari University yang telah berkenan berbagi ilmu dan wawasan praktis dengan kami. Kerja sama antara kampus dan industri seperti ini sangat penting karena mahasiswa tidak hanya membutuhkan pemahaman teoritis, tetapi pengalaman dan pengetahuan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Menurut Mia, mahasiswa saat ini perlu memiliki kombinasi kemampuan akademik, literasi digital, dan pemahaman syariah yang kuat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan industri.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan berbagai platform digital yang digunakan di dunia kerja, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai bagaimana teknologi dapat mendukung praktik akuntansi syariah yang akurat, transparan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
“Literasi digital dan literasi syariah merupakan bekal utama bagi lulusan yang siap kerja dan mampu bersaing di era digital,” tegasnya.
Mia juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal dengan aktif berdiskusi dan menggali pengalaman dari para praktisi yang hadir.
“Jangan malu bertanya. Catat, praktikkan, dan jadikan ilmu hari ini sebagai nilai tambah dalam pengembangan kompetensi dan karier kalian di masa depan,” pesannya.
Menutup sambutannya, Mia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan Mekari University dan berharap kerja sama tersebut dapat terus berkembang melalui berbagai program lanjutan, seperti sertifikasi kompetensi, magang industri, hingga riset bersama.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Akuntansi Syariah UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman serta mempersiapkan lulusan yang unggul, profesional, adaptif, dan siap berkontribusi dalam pengembangan ekosistem ekonomi digital Indonesia.***
