KABARINDAH.COM, Bandung – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Bandung berkolaborasi dengan komunitas Gerakan Bagi Peran dan Majelis Mahabbah menggelar kegiatan Kajian Mahabbah Spesial Tanwir Youth pada Selasa malam (16/06/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Manhajuth Thullab, Jalan Manisi, Pasirbiru, Cibiru, ini dihadiri puluhan pemuda dari berbagai komunitas dan organisasi.
Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai pemateri Ustaz Anwar Jailani yang menyampaikan kajian bertema “Literasi di Era Banjir Informasi: Membedakan Ilmu dari Kebisingan Digital.”
Tema ini dipilih sebagai upaya membekali generasi muda agar lebih bijak dalam menyikapi derasnya arus informasi di era digital.
Dalam sambutannya, perwakilan Gerakan Bagi Peran Arif Budiman menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif tersebut.
Ia berharap kajian yang digelar dapat menjadi ruang belajar yang positif sekaligus mempererat silaturahmi antarkomunitas.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi aktivitas yang bermanfaat bagi kita semua dan memberikan banyak ilmu yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PDPM Kota Bandung Faris Rasyadan mengapresiasi sinergi yang terjalin antara berbagai komunitas dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi semacam ini penting untuk memperkuat ukhuwah sekaligus membangun semangat bersama dalam menebarkan kebaikan.
“Selain mendapatkan ilmu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk saling mengenal dan membangun kerja sama yang positif. Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat. Semoga hubungan baik dan kolaborasi ini dapat terus berlanjut ke depannya,” kata Faris.
Dalam pemaparannya, Ustaz Anwar Jailani menekankan pentingnya literasi digital bagi generasi muda, khususnya dalam menghadapi maraknya informasi yang beredar di media sosial.
Ia mengingatkan bahwa media sosial dapat menjadi sarana yang bermanfaat sekaligus berpotensi menyesatkan apabila tidak digunakan secara bijak.
“Media sosial harus dipahami sebagai pisau bermata dua. Karena itu, kita harus menjadikannya sebagai sarana yang produktif, bukan sekadar konsumtif,” ungkapnya.
Menurut Ustaz Anwar, salah satu cara paling efektif untuk terhindar dari hoaks dan informasi menyesatkan adalah dengan memperluas wawasan dan memperdalam ilmu pengetahuan.
Dengan bekal ilmu yang memadai, seseorang akan lebih mampu berpikir kritis dan memilah informasi yang benar maupun yang keliru.
Ia juga membagikan beberapa langkah sederhana dalam memverifikasi informasi. Di antaranya dengan memperhatikan siapa yang menyampaikan informasi, menilai kesesuaian antara materi yang disampaikan dengan latar belakang keilmuan narasumber, serta melihat rekam jejak dan kredibilitasnya.
“Jika langkah-langkah ini diterapkan, insyaallah kita akan lebih terhindar dari berbagai informasi palsu yang saat ini banyak beredar di ruang digital,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, PDPM Kota Bandung bersama Gerakan Bagi Peran dan Majelis Mahabbah berharap para pemuda semakin memiliki kesadaran literasi yang baik, mampu menyaring informasi secara kritis, serta menjadikan media digital sebagai sarana untuk menebarkan manfaat dan kebaikan di tengah masyarakat.***(Aqbil)
