Mayoritas Indikator Kinerja Utama Pemkot Sukabumi Tercapai 100 Persen

KABARINDAH.COM, Sukabumi— Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemerintah Kota Sukabumi sepanjang 2024–2026 menunjukkan hasil positif. Dari total 26 indikator yang ditetapkan, sebanyak 20 indikator tercapai 100 persen, sementara enam indikator lainnya berada di atas 80 persen.

IKU merupakan ukuran keberhasilan pencapaian tujuan strategis pemerintah daerah yang mencerminkan hasil (outcome) dari pelaksanaan program dan kegiatan utama. Data capaian tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menilai capaian tersebut menegaskan arah kebijakan pembangunan daerah berjalan pada jalur yang tepat dan terukur. “Data ini menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan Kota Sukabumi berada di arah yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ayep, Senin (26/1/2026).

Pada sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sukabumi terus meningkat. IPM ditargetkan sebesar 77,69 pada 2024, naik menjadi 78,19 pada 2025, dan mencapai 78,31 pada 2026. Menurut Ayep, IPM merupakan indikator fundamental yang mencerminkan perbaikan pada sektor pendidikan, kesehatan, serta daya beli masyarakat.

Tren positif juga terlihat pada Indeks Pendidikan yang meningkat dari 72,43 pada 2024 menjadi 73,63 pada 2025, dan diproyeksikan mencapai 74,41 pada 2026. “Pendidikan kami tempatkan sebagai investasi jangka panjang karena kualitas sumber daya manusia akan menentukan daya saing Kota Sukabumi ke depan,” kata Ayep.

Di bidang kesehatan, Usia Harapan Hidup meningkat dari 75,11 tahun pada 2024 menjadi 75,31 tahun pada 2025, dan ditargetkan 75,52 tahun pada 2026. Kenaikan ini dinilai sebagai indikator keberhasilan pelayanan kesehatan dan upaya pencegahan penyakit di tingkat masyarakat.

Pada indikator sosial ekonomi, tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 7 persen pada 2024 menjadi kisaran 6,35–7,02 persen pada 2025, dan ditargetkan turun menjadi 6 persen pada 2026. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dijaga pada angka 8 persen pada 2024, berada di rentang 7,84–8,54 persen pada 2025, dan kembali ditargetkan 8 persen pada 2026.

“Pengangguran harus ditekan melalui peningkatan keterampilan tenaga kerja dan penciptaan peluang kerja baru,” ujar Ayep.
Di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, Indeks Kota Kreatif meningkat dari 87,86 pada 2024 menjadi 88,53 pada 2026. Rasio penyediaan akomodasi juga naik dari 3,26 menjadi 3,36.

Sementara dalam pengelolaan keuangan daerah, pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melonjak dari 2,47 persen pada 2024 menjadi 12 persen pada 2026.

Selain itu, Indeks Inovasi Daerah konsisten mempertahankan predikat Sangat Inovatif sepanjang 2024–2026. Indeks Reformasi Birokrasi General dan Indeks Sistem Merit juga menunjukkan tren peningkatan.
“Dari 26 indikator, 20 sudah tercapai penuh dan sisanya di atas 80 persen. Ini menjadi bukti bahwa kinerja pemerintah daerah berjalan konsisten, terukur, dan berkelanjutan,” kata Ayep.

Exit mobile version