Kabar  

Dosen UM Bandung Didorong Manfaatkan Beasiswa yang Disediakan Pemerintah

Ketua Puslapdik Kemendikbudristek Dr. Abdul Kahar, M.Pd.

KABARINDAH.COM – Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Dr. Abdul Kahar, M.Pd. mendorong dosen di peguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi swasta, bisa memanfaatkan secara maksimal beasiswa pendidikan yang disediakan oleh pemerintah.

Hal tersebut sangat penting dilakukan karena pada 2021 masih sedikit sekali dosen yang memanfaatkan beasiswa ini yang sebetulnya sangat bermanfaat bagi dosen bersangkutan.

Dr. Abdul Kahar, M.Pd. menjelaskan hal tersebut dalam acara ”Silaturahmi dan Sosialisasi Beasiswa Program Doktor (S-3) Bagi Dosen” yang dilaksanakan di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung pada Sabtu (22/01/2022) siang.

”Memang kami sengaja datang ke UM Bandung ini dalam rangka mendorong teman-teman dosen supaya bisa memanfaatkan beasiswa yang sudah disiapkan oleh pemerintah. Karena kenapa? Pada 2021 kami melihat bahwa teman-teman dosen khususnya di perguruan tinggi swasta masih sedikit sekali yang memanfaatkan beasiswa ini,” ujar Abdul Kahar.

Baca Juga:  Jurnalisme Profetik Jadi Mata Kuliah Baru di UMBandung

Pada 2022 ini, Abdul Kahar sangat mendorong khususnya dosen di UM Bandung bisa memanfaatkan beasiswa dari pemerintah dengan sangat baik.

Selain itu, Abdul Kahar mengatakan, dengan kuliah lanjut S-3, sumber daya manusia bisa lebih baik.

Selain mendorong agar para dosen bisa studi lanjut S-3, Abdul Kahar juga berpesan bahwa memanfaatkan beasiswa tersebut harus dilakukan dengan persiapan yang sangat matang.

”Saya sangat berharap bahwa teman-teman dosen di UM Bandung tahun ini berlomba-lomba mendapatkan beasiswa, tetapi harus dengan persiapan yang matang. Setiap individu betul-betul harus mempersiapkan diri, terutama dalam aspek bahasa,” tutur Abdul Kahar.

”Kami melihat dari pengalaman-pengalaman mulai saya dari Direktur LPDP sampai mengelola beasiswa di Puslapdik ini, rata-rata kelemahan teman-teman dosen ini tidak bisa mengakses beasiswa karena lemahnya penguasaan bahasa,” tandas Abdul Kahar.

Soal batasan usia

Acara yang berlangsung meriah ini mendapat apresiasi dari dosen Prodi Bioteknologi UM Bandung Qori Atur Rodiah Suhada, S.Si., M.Si. Menurut Qori—sapaan akrabnya—acara sosialisasi ini banyak memberinya wawasan dan informasi seputar beasiswa.

Baca Juga:  Pemkot Sukabumi Naikkan Insentif RT dan RW Pada 2022 Mendatang

Termasuk juga informasi seputar batasan usia penerima beasiswa yang ternyata ada perubahan. Menurut Qori, informasi soal usia tersebut sangat berarti.

”Masalah usia ini penting banget bagi kami para dosen karena banyak (dosen) yang ingin mendapat beasiswa, tetapi terkendala faktor usia,” tutur Qori.

Dengan menghadirkan pakar di bidanya, Qori menilai bahwa informasi beasiswa dan hal-hal terkait dengan hal tersebut bisa didapatkan dengan jelas.

Misalnya info lain mengenai kuota beasiswa, tahapan-tahapannya seperti apa, dan kemudian pembekalan serta beberapa tips-tips yang harus dipersiapkan.

”Pokoknya secara umum acara sosialisasi mengenai beasiswa ini sangat bermanfaat, selain untuk menyosor ke beasiswa yang tadi dipaparkan, juga bisa untuk ke beasiswa-beasiswa lain, kami jadi banyak dapat ilmu,” katanya.

Baca Juga:  Polri Peduli Covid, Puluhan Personel Polisi Kawal Vaksinasi Massal di Kota Sukabumi

Motivasi dosen

Apresiasi juga datang dari Kaprodi Psikologi UM Bandung Riyanda Utari, S.Psi., M.Psi. Menurut Riyanda, acara sosialisasi beasiswa ini memberikan motivasi dan angin segar untuk para dosen.

”Acara ini sangat baik. Sebetulnya memang dosen itu kan golnya adalah guru besar ya. Jadi penting untuk (meningkatkan kualitas) sumber daya manusia khususnya di UM Bandung. Saya berharap, ke depannya acara semacam ini sering dilakukan. Dengan adanya acara seperti ini, dosen-dosen memiliki motivasi untuk menjadi lebih baik ke depannya,” ungkapnya.

Riyanda Utari berharap dosen-dosen UM Bandung bisa cepat untuk melanjutkan studi S-3 dan memperoleh gelar doktor.

Acara silaturahmi dan sosialisasi beasiswa ini digelar dengan tertib, khidmat, dan dihadiri sekira dua ratus dosen di lingkungan UM Bandung. Para peserta sangat antusias. Hal itu terlihat dengan banyaknya pertanyaan kepada narasumber.***(Firman Katon)