Kabar  

Dekan FSH Universitas Muhammadiyah Bandung Jelaskan Kedudukan Seni Dalam Islam

Foto: Youtube Muhammadiyah Jawa Barat

KABARINDAH.COM, Bandung — Seni biasanya menjadi hal yang dianggap meragukan ketika berhubungan dengan agama. Meski begitu, sejatinya seorang muslim tidak perlu alergi dengan hal yang berbau karya seni.

Begitulah salah satu poin pembahasan yang mengemuka pada “Gerakan Subuh Mengaji” (GSM) yang berlangsung belum lama ini.

Mengangkat tema “Seni Dalam Pandangan Islam”, GSM kali ini menghadirkan Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora UM Bandung Prof Dr Nanang Rizali MSD sebagai pemateri.

Nanang Rizali mengatakan, karya seni merupakan paduan atau konfigurasi dari beberapa unsur seni. Karya seni tidak hanya berbentuk begitu saja, tetapi memiliki makna batinnya masing-masing.

”Ketika kita mengilhami karya seni dengan spiritual, maka akan menghasilkan sesuatu yang tidak signifikan dalam wujud maupun juga dalam arti makna,” ucap Nanang.

Baca Juga:  UM Bandung dan GIB Jajaki Kerja Sama

Nanang menjelaskan bahwa seni sudah ada keberadaannya bersama dengan kelahiran agama khususnya Islam.

”Meski begitu, seni pada agama Islam bukan yang bersifat vertikal, melainkan horizontal walaupun bisa juga merefleksikan keilahian,” tuturnya.

Media dakwah

Keberadaan seni pada agama Islam menjadikannya sebagai sarana dan media dakwah bagi orang-orang Islam.

”Ketika menjadi sarana media dakwah, seni memiliki fungsi untuk menyampaikan keesaan Tuhan sebagai tata nilai dan norma keislamaan,” kata Nanang.

Budaya masyarakat yang sebagai media seni Islam menjadi hal yang efektif dalam dakwah ketika tata caranya benar. ”Seperti halnya para penegak keilsaman Indonesia yang melakukan dakwahnya itu melalui wayang,” jelasnya.

Estetika Islami

Secara estetika Islami, Nanang mengungkapkan bahwa hanya seni bangunan dan kaligrafi yang murni berasal dari ajaran Islam.

Baca Juga:  Mewaspadai Gangguan Kejiwaan dan Cara Penanganannya Menurut Pakar UM Bandung

Ke”Sedangkan seni lainnya yang masih berkaitan dengan Islam, hal tersebut merupakan penghayatan dari budaya lokal,” kata Nanang.

Banyak yang beranggapan bahwa berkesenian dalam Islam menjadi proses dalam pembersihan rohani seseorang.

”Konon katanya itu orang-orang yang sudah pensiun seperti saya ini banyak mencoba seperti melukis atau menyanyi untuk membersihkan diri dan lebih bergairah untuk hidup,” terangnya.***(FK)