Kabar  

Dampak Hujan Intensitas Tinggi, Jalan Provinsi di Nyalindung Sukabumi Tertimbun Longsor

KABARINDAH.COM, Sukabumi–Tebing setinggi belasan meter ambruk tergerus longsor yang akibatnya menutup sebagian badan jalan Provinsi Jawa Barat di ruas Jalan Raya Nyalindung-Sagaranten, Kampung Cijangkar, RT 03 RW 07, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jumat (16/2/2024) sore. Peristiwa tersebut terjadi akibat tingginya intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Sukabumi.

” Bencana tanah longsor terjadi sekitar pukul 15.30 WIB,” ujar Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nyalindung, Sukabumi Achmad. Dampaknya, material tanah dengan panjang sekitar 15 meter longsor menutupi sebagian akses lalu lintas di jalur tersebut.

Beruntung lanjut Achmad, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka pada bencana tanah longsor tersebut. Namun longsor menyebabkan akses lalu lintas baik dari arah Sukabumi – Nyalindung maupun sebaliknya, terhambat karena sebagian badan jalannya tertutup material longsoran.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Bandung Optimis Bisa Tuntaskan Masalah Sampah Dalam 3 Bulan

Menurut Achmad, lokasi kejadian berada di wilayah perbatasan Desa Cijangkar dengan Desa Neglasari. Untuk sementara ke dua arah jalur itu digunakan buka tutup dan pihaknya sudah koordinasi dengan PU Provinsi Wilayah II

” Kendaraan roda dua dan roda empat masih bisa melintasi jalur tersebut dengan cara buka tutup,” ungkap Achmad. Meski demikian, warga dan pengguna jalan harus ekstra hati-hati karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan, mengingat hujan masih terus mengguyur wilayah tersebut hingga pukul 18.00 WIB.

Petugas lanjut Achmad bekerjasama dengan masyarakat untuk membersihkan material longsoran dengan peralatan seadanya. ” Untuk proses buka tutup jalan juga telah melibatkan warga yang ada di wilayah untuk mengatur arus lalu lintas,” jelasnya.

Baca Juga:  Tahapan Pencoblosan Pemilu Hujan, BPBD Sukabumi Siaga Antisipasi Bencana

Selain melakukan koordinasi dengan petugas PU Provinsi Jawa Barat kata Achmad pihaknya sudah melaporkan kejadian bencana alam itu kepada pemerintah kecamatan dan lembaga terkait lainnya.