KABARINDAH.COM, Sukabumi— Pemerintah Kota Sukabumi meluncurkan program “Beasiswa Bercahaya” dalam momentum upacara Hari Pendidikan Nasional, Senin (4/5/2026). Program ini menjadi salah satu unggulan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota sebagai langkah konkret meningkatkan akses pendidikan sekaligus menekan angka kemiskinan dan putus sekolah.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, kehadiran beasiswa tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat. Khususnya kalangan kurang mampu, agar tetap dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Dengan adanya beasiswa ini diharapkan dapat menjadi media untuk memutuskan rantai kemiskinan dan putus sekolah di Kota Sukabumi,” ujar Ayep. Dalam rangkaian kegiatan, Pemkot Sukabumi juga melakukan penandatanganan kerja sama (MoU/PKS) dengan enam perguruan tinggi, yakni Universitas Nusaputra, Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), STIE Pasim, Universitas Linggabuana, STISIP Syamsul Ulum, dan Politeknik Sukabumi.
Program Beasiswa Bercahaya mencakup bantuan bagi 418 mahasiswa dengan total anggaran sekitar Rp1,37 miliar. Pemerintah menegaskan, bantuan tersebut diberikan untuk mendukung mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan.
Saat ditanya terkait ikatan kerja bagi penerima beasiswa, Ayep menegaskan tidak ada kewajiban khusus untuk bekerja di lingkungan pemerintah daerah.
“Seperti itu, sampai selesai kuliah. Terserah, bebas mau kerja di mana. Yang diutamakan harus bekerja. Beasiswa tidak harus diikat untuk Pemkot,” kata dia.
Melalui program ini, Pemkot Sukabumi berharap lahir generasi muda yang lebih berdaya saing serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
