KABARINDAH.COM, Bandung – Sebanyak 252 warga Kampung Cisaroni, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mengikuti pemeriksaan mata gratis dalam kegiatan Bakti Sosial Pemeriksaan Mata dan Pemberian Kacamata Gratis di Masjid Ad-Danu, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi MPKU PWM Jawa Barat, KEBUMI, IROFIN, Puskesmas Jaya Giri, Lazismu, dan BTM Ad-Danu PWM Jawa Barat.
Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 56 warga telah mendapatkan kacamata gratis, sedangkan 78 kacamata lainnya sedang dibuat dan akan dibagikan sekitar dua minggu mendatang.
Wakil Ketua PWM Jawa Barat Dikdik Dahlan Lukman mengatakan, layanan tersebut menjadi upaya mendekatkan akses kesehatan kepada masyarakat.
Terutama warga yang membutuhkan pemeriksaan mata tetapi memiliki keterbatasan akses.
“Lebih dari 250 warga antusias mengikuti pemeriksaan. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan kesehatan mata di masyarakat cukup besar. Untuk diketahui bahwa Masjid Ad-Danu merupakan wakaf dari keluarga almarhum Haryanto Danutirtho, mantan Menteri Perhubungan RI periode 1993–1995,” ujarnya.
Ketua MPKU PWM Jawa Barat dr Suherman mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Muhammadiyah dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat tanpa melihat latar belakang.
Menurutnya, MPKU PWM Jawa Barat selama ini tidak hanya bergerak ketika masyarakat sakit. Namun, mendorong paradigma sehat melalui kegiatan promotif dan preventif.
“Kegiatan seperti ini sudah kami laksanakan di Bandung, Sukabumi, Jepara, Cirebon, dan Subang bersama KEBUMI dan IROFIN,” katanya.
Ia menilai kegiatan di Masjid Ad-Danu memiliki manfaat besar karena mampu menjangkau masyarakat yang berada relatif jauh dari pusat keramaian.
Ia berharap pengurus Masjid Ad-Danu dapat terus mengembangkan kegiatan keagamaan dan sosial agar semakin banyak manfaat yang dirasakan warga.
Sementara itu, Tutus Siti Halimatu Sa’diah dari Departemen Kesejahteraan, Mutu, dan Pelayanan Pengurus Pusat IROFIN menjelaskan bahwa pemeriksaan mata juga penting untuk mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini.
Ia menyebut gangguan seperti miopi atau rabun jauh, astigmatisme atau mata silinder, hingga presbiopi atau mata tua banyak dijumpai di masyarakat.
Penggunaan gadget secara berlebihan, terutama pada anak-anak, juga perlu menjadi perhatian.
“Harapannya kegiatan ini bisa menjadi bagian dari saling membantu dalam kebaikan, sekaligus mempererat silaturahmi dan membangun hubungan dengan Allah serta sesama manusia,” tuturnya.
Tutus juga berharap Masjid Ad-Danu dapat mengembangkan unit atau layanan kesehatan sederhana sehingga masyarakat bisa melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, khususnya kesehatan mata.
Antusiasme warga juga terlihat dalam kegiatan tersebut. Zakaria, salah seorang warga, mengaku terbantu dengan pelayanan yang diberikan dan berharap kegiatan serupa dapat digelar di berbagai daerah.
Menurutnya, edukasi mengenai kesehatan mata juga penting, terutama di tengah meningkatnya penggunaan perangkat digital. Ia berharap Masjid Ad-Danu konsisten mengembangkan kegiatan sosial dan keagamaan sehingga keberadaannya semakin dirasakan masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi contoh bahwa pelayanan kesehatan dapat menjadi bagian dari dakwah kemanusiaan.
Melalui kolaborasi, pemeriksaan mata dan pemberian kacamata tidak hanya membantu warga melihat lebih jelas.
Namun, membuka akses terhadap layanan kesehatan yang lebih dekat dan bermanfaat.
Bagi Muhammadiyah, semangat tersebut sejalan dengan prinsip berkhidmat kepada masyarakat untuk menghadirkan manfaat melalui tindakan nyata, sekaligus mendorong kesadaran hidup sehat dan kepedulian sosial.***(FA)
