KABARINDAH.COM, Sukabumi— Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki resmi menjadi anggota Diplomatic Club, forum yang beranggotakan para duta besar negara sahabat di Indonesia. Keanggotaan tersebut dikukuhkan dalam rangkaian Gala Dinner The Diplomatic Forum yang digelar di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Selasa (21/4/2026) malam.
Ayep menyebut, bergabungnya Kota Sukabumi dalam jejaring diplomatik tersebut menjadi momentum strategis untuk memperluas komunikasi dan kerja sama lintas negara.
“Ini merupakan keluarga besar duta besar dari berbagai negara yang ada di Indonesia. Dengan menjadi anggota, Kota Sukabumi bisa berkomunikasi langsung dengan seluruh anggota Diplomatic Club,” ujar Ayep Zaki kepada wartawan. Dalam forum tersebut, hadir 17 duta besar, terdiri atas 14 perwakilan negara sahabat di Indonesia serta tiga duta besar Indonesia untuk negara lain.
Sejumlah peluang kerja sama pun langsung mengemuka, di antaranya tawaran dari Hungaria dan percepatan penjajakan kerja sama dengan Georgia.
Ayep mengungkapkan, kerja sama dengan Georgia akan difokuskan pada sektor pendidikan, termasuk rencana pengiriman tenaga pengajar dari tingkat TK hingga SMP. Selain itu, kolaborasi juga akan menyasar bidang kesehatan hingga membuka peluang kerja sama ekonomi.
“Ini bagian dari obsesi kami untuk mendorong ekspor dan membuka akses pasar internasional. Hubungan diplomatik tidak hanya soal politik antarnegara, tetapi juga bisa diwujudkan dalam kerja sama antar kota di berbagai sektor,” kata Ayep. Ia menambahkan, keanggotaan dalam Diplomatic Club diharapkan mampu mempercepat pembangunan di Kota Sukabumi melalui dukungan jejaring global.
Pemerintah daerah pun berupaya memanfaatkan peluang tersebut untuk memperluas akses investasi, pendidikan, hingga perdagangan. Sebagai tindak lanjut, Pemkot Sukabumi dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman dengan tiga negara, yakni Armenia, Georgia, dan Rumania.
Sementara itu, penjajakan kerja sama dengan Hungaria akan dimulai melalui tahap memorandum of understanding (MoU) sebelum ditingkatkan menjadi perjanjian kerja sama konkret.
“Ini menjadi langkah awal membuka jendela Sukabumi ke mancanegara, agar pembangunan bisa berjalan lebih cepat dengan dukungan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar Ayep.
