KABARINDAH.COM, Sukabumi— Empat Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Sukabumi dilepas Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki untuk bekerja di Montenegro. Pelepasan dilakukan dalam apel khusus yang digelar Sekretariat Daerah Kota Sukabumi di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Senin (7/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki berpesan kepada keempat PMI agar menjaga nama baik Kota Sukabumi dan Indonesia selama bekerja di luar negeri. Ia meminta para pekerja mengedepankan disiplin, kejujuran, dan etos kerja, serta mematuhi hukum dan adat istiadat yang berlaku di Montenegro.
“Ini adalah langkah nyata dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Sukabumi,” ujar Ayep di hadapan peserta apel. Ia juga mengapresiasi LPK Delta Abadi Internasional yang telah berperan dalam memberikan pelatihan serta menyalurkan tenaga kerja melalui prosedur resmi.
Menurut Ayep, keberangkatan empat PMI tersebut menjadi capaian positif setelah mereka melewati sejumlah tahapan seleksi hingga dinyatakan siap bekerja di Montenegro. “Ini adalah kebanggaan tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi Kota Sukabumi,” kata dia.
Selain meminta menjaga nama baik daerah dan bangsa, Ayep menekankan pentingnya aspek perlindungan hukum bagi PMI. Keempat pekerja diminta tetap bekerja melalui jalur resmi dan tidak tergiur untuk berpindah pekerjaan di luar prosedur yang berlaku.
Langkah tersebut penting untuk memastikan status hukum sekaligus perlindungan bagi para PMI selama berada di luar negeri. Ayep juga meminta para PMI menjaga komunikasi dengan perwakilan Republik Indonesia di negara tujuan, pihak LPK, serta keluarga di tanah air.
Komunikasi yang terjaga dinilai penting agar keberadaan dan kondisi para pekerja tetap dapat dipantau selama menjalankan pekerjaan di Montenegro. Di sisi lain, apel khusus tersebut juga membahas langkah mitigasi Pemerintah Kota Sukabumi terhadap potensi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terdeteksi mencapai wilayah Sukabumi.
Pemerintah daerah mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi dampak sebaran abu vulkanik.
