Stadion Suryakencana Kota Sukabumi yang seharusnya menjadi kebanggaan warga kini berubah menjadi potret keprihatinan. Hamparan rumput stadion tampak rusak parah tercabik, menguning, dan dipenuhi jejak pijakan yang tak beraturan setelah konser musik pada Ahad (19/4/2026).
Di beberapa titik, tanah terlihat gundul, meninggalkan bekas becek lumpur akibat terinjak penonton.
Tak hanya itu, tribun dan sisi lapangan dipenuhi tumpukan sampah berserakan. Botol plastik, bungkus makanan, hingga sisa atribut konser tergeletak tanpa penanganan. Aroma tak sedap mulai tercium, menambah kesan kumuh pada fasilitas tersebut.
Kerusakan ini menjadi bukti nyata dampak minimnya pengelolaan pasca-acara. Stadion yang mestinya menjadi ruang publik untuk olahraga dan kebersamaan, kini harus menanggung beban akibat euforia sesaat yang tak diimbangi dengan tanggung jawab.
