KABARINDAH.COM, Bandung – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung mengadakan pembekalan kepada 1.200 mahasiswa peserta kuliah kerja nyata (KKN) tahun 2026 pada Selasa (28/7/2026).
Acara tersebut berlangsung di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, lantai tiga kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung, dengan mengangkat tema ”Inovasi Berbasis Potensi Lokal untuk Desa Mandiri dan Berkelanjutan”.
Mahasiswa peserta KKN tahun ini akan diikuti dari berbagai fakultas dan program studi yang ada di Universitas Muhammadiyah Bandung.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Bandung Ijang Faisal memaparkan bahwa seluruh peserta KKN akan tersebar di 44 desa dan kelurahan yang mencakup 9 kecamatan di wilayah Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung.
Ia menjelaskan bahwa pengabdian tahun ini akan berfokus pada salah satu program unggulan yakni Verifikasi Faktual Data Anak Tidak Sekolah (ATS).
Menurutnya hal tersebut guna mendukung pembangunan pendidikan di Jawa Barat
”Pembekalan KKN bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal transformasi mahasiswa dari pembelajar di ruang kelas menjadi pembelajar di tengah laboratorium terbesar kehidupan, yaitu masyarakat,” ucap Ijang.
Oleh karena itu, dirinya juga berpesan agar seluruh mahasiswa senantiasa menjaga keindahan akhlak, kedisiplinan, dan nama baik almamater UM Bandung selama berbaur dengan warga.
Ia juga mengimbau mahasiswa untuk datang ke desa tempatan dengan sikap rendah hati serta mengedepankan komunikasi yang santun kepada tokoh masyarakat dan aparat pemerintah setempat.
”Jangan datang untuk menggurui masyarakat. Namun, datanglah untuk mendengar, memahami, lalu membersamai mereka dalam menemukan solusi yang memberikan manfaat nyata,” tegas Ijang.
Sejalan dengan hal tersebut, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto menegaskan bahwa para mahasiswa yang turun ke lapangan bertindak sebagai duta kampus yang tidak hanya mengajar, tetapi belajar bersama warga setempat.
Rektor mengingatkan para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang melatih kepemimpinan masa depan dengan cara memahami serta membantu menyelesaikan persoalan di bidang ekonomi, kesehatan, hingga pendidikan masyarakat.
”Saya harapkan para mahasiswa belajar memahami fenomena di tengah masyarakat. Tolong dicek betul data-data seperti anak tidak sekolah di lapangan agar mahasiswa memahami keadaan masyarakat yang sebenarnya,” jelas Rektor.
Melalui kegiatan rutin ini, UM Bandung terus berkomitmen memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan berbagai bidang yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Mahasiswa UM Bandung juga didorong bisa memanfaatkan waktu pengabdian ini dengan sebaik-baiknya dengan program yang sudah direncanakan agar menghasilkan kebermanfaatan bagi masyarakat tempat KKN.***(FK)
