KABARINDAH.COM, Sukabumi– Pemkot Sukabumi melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung untuk membuka kesempatan bagi masyarakat meningkatkan keterampilan melalui program pelatihan berbasis kompetensi secara gratis. Kolaborasi tersebut ditandai dengan pelaksanaan Tailor Made Training (TMT) yang diresmikan Kepala BBPVP Bandung Reni Rosyida Muthmainnah pada Senin (28/9/2026) lalu.
Kepala BBPVP Bandung Reni Rosyida Muthmainnah mengatakan, program TMT dirancang untuk menjawab kebutuhan kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan mitra, dunia usaha, dan dunia industri.
<span;>Menurut dia, pelaksanaan pelatihan tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi dengan berbagai mitra dalam mendorong peningkatan kompetensi sekaligus kesiapan sumber daya manusia (SDM) menghadapi kebutuhan dunia kerja.
“Melalui kolaborasi yang kuat, BBPVP Bandung terus berupaya menghadirkan pelatihan vokasi yang relevan, adaptif, dan sesuai kebutuhan dunia kerja,” ujar Reni.
Kepala Disnaker Kota Sukabumi Punjul Saepul Hayat mengatakan, kerja sama dengan BBPVP Bandung menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerja di Kota Sukabumi.”Pelatihan ini gratis dan terbuka bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensinya. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja maupun meningkatkan peluang bekerja sesuai bidang yang diminati,” katanya.
Pelatihan yang ditawarkan cukup beragam. Selain keterampilan yang mendukung peluang kerja di luar negeri, tersedia pula pelatihan yang berkaitan dengan kebutuhan industri dan sektor jasa di dalam negeri.
Beberapa bidang yang ditawarkan antara lain Kaigo-Jepang, Caregiver-Taiwan, Nurse-Eropa, Barista, Housekeeping, Pengolahan Makanan, Menjahit, Las, Forklift, Driver-Jepang, serta Pertanian. Setiap program pelatihan memiliki durasi 40 jam pelajaran (JP).
Punjul menuturkan, pelatihan berbasis kompetensi diperlukan untuk mempertemukan kemampuan pencari kerja dengan kebutuhan pasar kerja. Menurut dia, ijazah saja tidak selalu cukup untuk memasuki dunia kerja. Pencari kerja juga membutuhkan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri dan dapat dibuktikan.
“Yang kita dorong adalah masyarakat memiliki kompetensi yang memang dibutuhkan dunia kerja. Karena itu, pilihan pelatihannya cukup beragam, termasuk bidang yang memiliki peluang untuk penempatan kerja di luar negeri,” ujarnya. Ia mengajak masyarakat Kota Sukabumi memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memilih bidang pelatihan sesuai minat dan rencana kerja masing-masing.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui Google Form yang disediakan Disnaker Kota Sukabumi. Masyarakat dapat mengakses tautan pendaftaran melalui https://forms.gle/Hdarg7CAXP9WTgPX7.
Disnaker juga meminta jajaran kewilayahan ikut menyebarluaskan informasi program tersebut agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama para pencari kerja yang membutuhkan tambahan keterampilan.
“Silakan dimanfaatkan kesempatan ini. Karena pelatihannya tidak dipungut biaya, masyarakat bisa memilih bidang yang sesuai dengan minat dan rencana kerja masing-masing,” kata Punjul.
