KABARINDAH.COM, Bandung – Tim mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Bandung yang terdiri atas Adelia Puspita, Aghnia Nurul Al Thof, dan Talitha Syifa Salsabila menorehkan prestasi pada Konferensi Nasional ke-10 Peneliti Muda Psikologi Indonesia yang digelar oleh Fakultas Psikologi UHAMKA pada 23–25 April 2026 lalu.
Mereka berhasil meraih kategori Artikel Terbaik dengan judul artikel “Resiliensi sebagai Buffer dalam Hubungan antara Intensitas Penggunaan Tiktok dan Quarter-life Crisis pada Dewasa Awal.”
Adelia Puspita, salah satu anggoa tim penulisan artikel, mengaku bersyukur dan senang atas prestasi ini. Dia mengaku selama kurang lebih dua bulan mengerjakan proyek ini. Dia dan tim banyak belajar tentang bagaimana bekerja sama dan beradaptasi dalam prosesnya.
“Awalnya kami fokus mencari alat ukur yang paling sesuai dengan kebutuhan penelitian, lalu mulai menyusun pembagian tugas dan mengerjakan bagian masing-masing. Walaupun prosesnya cukup panjang, kami tetap berusaha saling membantu supaya semuanya bisa selesai tepat waktu,” ujar Adelia, di kampus UM Bandung, Senin (11/05/2026).
Dia mengaku tantangan yang paling terasa adalah saat mencari partisipan. Ternyata tidak mudah mendapatkan jumlah partisipan yang sesuai target sehingga mereka akhirnya melakukan cara on the spot sampai dua kali agar data yang dibutuhkan bisa terpenuhi.
Selain itu, karena anggota tim berasal dari kelas yang berbeda, mereka juga cukup kesulitan menentukan waktu diskusi. Beberapa kali ada jadwal yang bentrok sehingga komunikasi harus dilakukan secara bergantian dan menyesuaikan waktu luang masing-masing.
Selama proses pengerjaan, mereka saling berbagi peran sesuai dengan kemampuan masing-masing. Ada yang fokus mencari partisipan, ada yang membantu menyusun dan mengecek data, dan ada juga yang mengatur jalannya diskusi kelompok.
“Walaupun sempat merasa lelah dan kesulitan membagi waktu, kami tetap mencoba saling mendukung satu sama lain agar pekerjaan terasa lebih ringan dan tetap bisa berjalan dengan baik. Dari proses ini, kami jadi lebih memahami pentingnya komunikasi, kerja sama, dan saling pengertian dalam sebuah tim,” imbuh Adelia.
Adelia dan tim berharap ke depannya pengalaman dari proyek ini bisa menjadi bekal untuk mencoba hal-hal baru lainnya.
Mereka juga berencana mencari informasi mengenai lomba atau kegiatan lain yang bisa diikuti bersama. Tujuannya supaya kemampuan yang sudah mereka pelajari dapat terus berkembang dan memberikan pengalaman baru.
Apresiasi datang dari dosen pendamping tim Novita Sari. Bermula dari tugas penelitian tugas perkuliahan yang kemudian dikembangkan lebih lanjut karena dia melihat para mahasiswa punya potensi dan kesungguhan dalam proses pengerjaannya.
Dalam waktu sekitar dua bulan para mahasiswa harus menyelesaikan berbagai tahapan penelitian, mulai dari perbaikan proposal, pengambilan data, hingga analisis hasil penelitian.
Proses tersebut juga berlangsung bertepatan dengan Ramadhan dan Idul Fitri sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi tim dalam membagi waktu dan menjaga konsistensi pengerjaan.
Penelitian yang dilakukan memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi untuk ukuran mahasiswa semester enam karena melibatkan tiga variabel dan analisis moderasi.
Selain harus memahami proses analisis yang kompleks, mahasiswa juga menghadapi tantangan dalam mencari partisipan dan menyesuaikan waktu diskusi, baik dengan tim maupun saya sebagai pendamping.
“Meski demikian, saya melihat para mahasiswa tetap menunjukkan semangat belajar, saling mendukung, dan terus berusaha menyelesaikan penelitian dengan maksimal di tengah keterbatasan waktu dan tekanan deadline lomba,” ucap Novita.
Novita sangat bangga dan terharu ketika mengetahui penelitian mereka berhasil meraih predikat artikel terbaik.
Karena Novita mengikuti prosesnya sejak awal, dia tahu bahwa pencapaian ini bukan datang secara instan, melainkan lahir dari kerja keras, ketekunan, dan semangat belajar yang mereka jaga selama proses penelitian berlangsung.
“Bagi saya, penghargaan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghasilkan karya yang baik ketika diberi ruang untuk berkembang dan berani melewati prosesnya dengan sungguh-sungguh,” tandas Novita.***(FA)
